JAKARTA – Dalam upaya mempersiapkan diri sebagai bank terbuka, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengarahkan pembangunan corporate culture sebagai fondasi utama Bank Jakarta. Bank milik Pemprov DKI ini ditargetkan tahun 2027 dapat go public menuju initial public offering (IPO).
“Corporate culture harus dibentuk sejak sekarang dan menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh insan Bank Jakarta. Budaya kerja yang kuat akan menentukan arah dan kualitas kinerja ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan sebagai perusahaan publik,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan dalam rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).
“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan sudah menjadi bagian inheren dari perusahaan,” kata Pramono. Ia juga menyoroti pentingnya membangun teamwork yang efektif. Ia mendorong jajaran Bank Jakarta untuk memilih pola kerja work smart ketimbang sekadar work hard, mengingat dunia perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan. “Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, enggak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” sambungnya.
Pramono menilai, teamwork yang bekerja secara cerdas, disiplin, dan didukung kultur organisasi yang kuat akan menjadi awal perubahan cara kerja Bank Jakarta. Dengan fondasi tersebut, proses pengambilan keputusan diharapkan berjalan lebih transparan. “Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menegaskan kesiapan manajemen menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta Pramono Anung terkait penguatan corporate culture dan persiapan IPO. Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dieksekusi sepanjang 2026 untuk memperkuat fundamental dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” kata Agus.Inisiatif pertama, Bank Jakarta akan membangun infrastruktur teknologi informasi yang baru dan lebih andal. “Kami akan mengembangkan dua data center yang modern dan resilient, memperbaiki aplikasi inti, serta memperkuat sistem keamanan siber,” ujarnya.
Agus menargetkan proyek ini rampung pada September 2026 sebagai fondasi keandalan operasional dan mitigasi risiko jangka panjang. Inisiatif kedua menyasar pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru. “Aplikasi ini kami rancang agar lebih reliable, aman, cepat, mudah digunakan, efisien secara biaya, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta,” kata Agus.
Ia menargetkan aplikasi tersebut dapat live pada Juni 2026 dengan tetap memenuhi seluruh perizinan regulator. Inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk. “Kami juga tengah mempersiapkan produk Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi revenue pool baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah,” ujarnya. (jo)







Komentar