JAKARTA – DKI Jakarta masih mengalami masalah klasik banjir, baik yang disebabkan hujan lokal dengan intensitas tinggi maupun kiriman dari hulu karena menjadi lintasan 13 aliran sungai.
Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Mayjen TNI (Purn) Prijanto mengatakan, Jakarta Integrated Tunnel (JIT) dapat menjadi solusi persoalan banjir di Ibukota. “Proyek JIT di wilayah Jakarta Barat ini suka tidak suka harus direalisasikan agar tidak lagi terjadi genangan maupun banjir,” kata Prijanto di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Prijanto menyebut, kerusakan ekosistem hingga berkurangnya daerah resapan di hulu Jakarta membuat air yang masuk ke Kali Ciliwung dan Pesanggrahan tentu semakin meningkat. Sehingga, air kerap meluap dan memicu terjadinya banjir.
“Jika mengatasi dengan cara ketika saya menjadi Wagub dulu melalui pembuatan kanal seperti Kanal Banjir Timur (KBT) atau normalisasi sungai, maka biaya akan tinggi dan ada persoalan tanah hingga sosial. Nah, dengan metoda JIT ini membuat saluran di bawah tanah, jelas tidak menimbulkan persoalan tanah dan sosial,” ungkap Prijanto.
Menurutnya, proyek ini tidak menggunakan dana yang bersumber dari APBN dan APBD. Pembiayaan benar-benar dari swasta. Selain untuk mengatasi banjir, proyek JIT ini juga membuat terowongan lain untuk jalan tol, jaringan perpipaan kebutuhan air bersih hingga listrik.
“Negara-negara maju dan kota-kota besar di dunia sudah membuat sistem integrated tunnel ini. JIT menjadi bagian penting tentunya dari Jakarta kota global yang tidak kalah dengan kota-kota lain di dunia. JIT juga akan menjadi bagian penting lima abad Jakarta yang semakin maju,” tegasnya.
Sehari sebelumnya, Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono menambahkan dirinya bersama Prijanto sudah melakukan audiensi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk melaporkan perkembangan proyek pengendali banjir terowongan multifungsi terpadu yang dikenal dengan nama JIT.
“Saya dengan Pak Prijanto melaporkan perkembangan proyek JIT, yang sudah menjalani proses yang panjang sejak tahun 2013, dari mulai perizinan, kajian teknis, dan upaya mencari investor sendiri dalam mewujudkan proyek itu,” terangnya.
Wibi menjelaskan, saat ini proyek JIT sudah mendapatkan investor yakni dari SBC Capital Kanada dan dalam tahap mempersiapkan closing financial bersama EPC kontraktor dari China. “Alhamdulillah, Pak Gubernur menyambut gembira atas progres proyek JIT, dan mendukung proyek ini sebagai solusi jangka menengah untuk mengatasi banjir di Jakarta,” bebernya.
Ia mengapresiasi dukungan dari Pramono Anung untuk upaya percepatan pembangunan proyek ini karena memang sangat dinantikan oleh masyarakat yang terdampak banjir dan setiap tahunnya terulang akibat luapan Kali Ciliwung dan Pesanggrahan.
“Semoga proyek ini bisa direalisasikan mulai awal tahun depan, segera dibangun untuk mengatasi banjir Jakarta, terutama dari luapan sungai Ciliwung dan Pesanggrahan. Sehingga, JIT juga akan melengkapi proyek Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir akibat rob di pesisir utara Jakarta,” pungkas Wibi. (jo)







Komentar