JAKARTA – Legislator Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah memberikan apresiasi tinggi terhadap Gubernur Pramono Anung yang bergerak cepat menyelesaikan sejumlah persoalan infrastruktur di Jakarta Utara. Ia yakin masalah Jl Inspeksi Kali Duri yang sangat rawan kecelakaan itu dapat segera diatasi lewat kebijakan solutif.
“Sudah 11 tahun kondisi beda tinggi muka Jl Inspeksi Kali Duri di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan itu tidak ada solusi. Tapi, saya optimistis terhadap Mas Pram dengan komitmennya yang tinggi bisa segera menyelesaikan persoalan itu,” kata Ida di Jakarta, Sabtu (01/11/2025).
Srikandi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan, jika persoalan itu tidak segera diatasi maka bisa membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pengendara mobil maupun motor. “Mas Pram punya keahlian untuk menyelesaikan persoalan itu dengan sumber pembiayaan atau anggaran yang pasti ada solusi terbaik. Kita serahkan sepenuhnya kepada Mas Pram,” jelasnya.
Politisi senior Kebon Sirih ini telah menyampaikan, persoalan infrastruktur mangkrak juga terjadi di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Pluit yang juga berada di Kecamatan Penjaringan. “Kalau sudah difungsikan, jalan ini bisa tembus sampai ke pintu Tol Pluit di Jalan Pluit Selatan Raya,” ujarnya.
Ida menyebut, solusi pembiayaan bisa dilakukan dengan menggunakan dana kewajiban pengembang, dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dan sebagainya yang memang bisa dipakai untuk membangun Jakarta.
“Nilai APBD DKI tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 81,3 triliun karena terjadi pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat, saya yakin bisa dicarikan solusinya oleh Mas Pram dan tidak menjadi halangan untuk menuntaskan persoalan itu,” terang Ida.
Ia menyebut, keberpihakan Pramono Anung terhadap berbagai infrastruktur layanan publik dan Wong Cilik tidak perlu diragukan. “Beliau tahu betul prinsip soal pembangunan untuk kesejahteraan dan kenyamanan warga. Memang ini luar biasa dan harus diapresiasi karena sudah berapa tahun ini harus terselesaikan tapi sebelumnya tertundaterus,” pungkas Ida. (jo)







Komentar