JAKARTA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Nasruddin Djoko Surjono menyambut baik rencana pengembangan perpustakaan di rumah-rumah ibadah sebagai salah satu strategi meningkatkan literasi masyarakat.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini,” ujar Nasruddin, di Jakarta, Jumat (25/4). Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), yang saat ini sudah memulai pembinaan awal melalui pertemuan daring.
Menurutnya, Kemenag telah memiliki standar tertentu terkait pendirian dan pengelolaan perpustakaan di tempat ibadah. Dinas Pusip akan turut berperan dengan memberikan dukungan dalam hal pengembangan konten dan pemanfaatan perpustakaan agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Saat ini, beberapa rumah ibadah di wilayah Jakarta sudah memiliki fasilitas pojok baca. Ke depan, kata Nasruddin, pihaknya akan memastikan agar pojok-pojok baca tersebut bisa lebih aktif dan sesuai standar, baik dari sisi jumlah koleksi maupun kualitas bahan bacaan.
“Kami ingin memastikan pojok baca yang sudah ada bisa dimaksimalkan. Tujuannya tentu untuk meningkatkan literasi masyarakat agar ibadah dilakukan dengan pemahaman yang lebih baik dan mendalam,” jelasnya.
Nasruddin menegaskan, program ini berjalan tanpa hambatan berarti dan mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Ia menambahkan, rumah ibadah idealnya tak hanya berfungsi sebagai tempat ritual, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran yang memperkuat pemahaman keagamaan dan memperluas wawasan.
“Ketika masyarakat memahami ajaran agama melalui bacaan yang benar, maka sikap toleransi pun akan tumbuh. Jadi masjid, gereja, pura, dan tempat ibadah lainnya bisa menjadi ruang literasi sekaligus ruang spiritual,” tutupnya. (jo)







Komentar