SURABAYA – Desainer tematik Migi Rihasalay menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung sukses penampilannya pada Surabaya Fashion Parade (SFP) 2025. Pada event yang digelar dari 14 sampai 16 November di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, dia menampilkan koleksi busana yang dinamakan ‘Blood’ atau darah.
“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut sehingga berlangsung sukses,” kata Migi Rihasalay kepada wartawan, Senin (17/11). Melalui 12 koleksi Blood yang mengusung tema ‘Rebellion’ bertujuan menghadirkan semangat baru.
Di antara deretan karya yang tampil, koleksi Blood rancangan Migi Rihasalay mencuri perhatian dengan kekuatan visual dan narasi yang mendalam. “Saya sengaja menamakan koleksi Blood terinspirasi dari perjuangan dan pengorbanan. Pas dengan suasana Hari Pahlawan yang diperingati tiap tanggal 10 November,” ungkap Migi didampingi ‘ayah angkat’ yang selalu mendukung bakat Migi sejak remaja.
Migi memberikan narasi bahwa darah sebagai simbol kehidupan, perjuangan, pengorbanan. “Kehilangan dan kematian.
Untuk mereka yang hilang, perang, dan bencana. Dari sebuah kehidupan, dengan darah kita berkorban, karena darah pun kita bisa kehilangan. Seperti perjuangan seorang Ibu yang melahirkan, penuh dengan pertumpahan darah, bahkan untuk para pejuang cancer terutama leukemia. Juga untuk para pejuang Indonesia, seperti Hari Pahlawan 10 November, yang penuh pertumpahan darah untuk memperjuangkan negara Indonesia,” tuturnya.
Selain itu, tema darah juga untuk menyampaikan pesan penting bagi keadaan dunia pada saat ini yang masih banyak pertumpahan darah. Perang dan bencana. “Itulah yang menjadi inspirasi bagi koleksi adibusana yang didominasi warna merah,” sambung istri arsitek bule Andrew James yang dikaruniai putri kecil nan cantik bernama Kinikita.
Dengan 12 look yang mendominasi warna merah-putih, Migi mengajak penonton memasuki dunia yang penuh makna. “Setiap busana dalam koleksi Blood adalah hasil karya seni yang teliti, dengan gradasi warna yang halus dan detail payet handmade yang memukau,” jelas Migi.
Dengan menggunakan kain kanvas sebagai material utama, dilukis dengan cat khusus berbahan natural fiber untuk menciptakan efek tetesan darah yang natural. “Aksesori kepala berbentuk bunga spider lily, simbol kematian dan perpisahan, menambah kesan dramatis pada koleksi ini. Bagian yang paling sulit itu payet dan gradasinya, tapi hasilnya sangat worth it,” ujar Migi dengan bangga.
Menurutnya koleksi Blood tidak hanya sekadar pakaian, tapi sebuah pernyataan tentang kekuatan dan ketabahan. Cocok untuk panggung, event bertema, atau bahkan Halloween. Koleksi ini membuktikan bahwa fashion dapat menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan dan emosi.
Dengan koleksi Blood, Migi Rihasalay menunjukkan bahwa dirinya adalah salah satu desainer yang berani dan berbakat di Indonesia. Semua inspirasi diungkapkan pada SFP 2025 yang menjadi panggung sempurna untuk memamerkan karya-karya luar biasa. SFP kali ini merupakan gelaran tahunan yang ke-18 diisi oleh desainer kenamaan dan komunitas fashion. (jo)







Komentar