JAKARTA – Bagi desainer tematik Migi Rihasalay kesuksesan penampilan koleksinya di Surabaya Fashion Parade (SFP) 2025 di Tunjungan Plaza 3 menjadi kenangan yang tak terlupakan. Buka cuma rancangan busana yang direspon positif para pengunjung, tetapi juga kehadiran putrinya Kinikita yang setia menemani dari awal hingga akhir acara.
“Saya bersyukur sekali bisa turut berpartisipasi pada event bergengsi SFP 2025 di Surabaya, Jawa Timur. Di sana banyak sekali desainer papan atas dan multitalenta turut menunjukkan kepiawaiannya,” kenang Migi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/11). Adapun event SFP berlangsung di kota Surabaya, Jawa Timur, dari 14 sampai 16 November 2025.
Sesuai dengan rancangan busana yang disebutnya sebagai koleksi ‘blood’ atau dengan warna dominan merah dan putih, Migi pun bersama putrinya yang masih balita juga mengenakan busana spesial warna merah darah dan putih. Putrinya yang indo dengan rambut pirang dikepang dua tampak semakin cantik dan menggemaskan membuat para penonton jadi gemes.
Baju yang dikenakan Migi dan putrinya yang bernama Kinikita juga merupakan hasil karya pribadi yang sengaja dikenakan pada SFK 2025. “Masih dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November yang identik dengan perjuangan dan pengorbanan, maka koleksi ‘Blood’ yang terdiri dari 12 look sangat pas dipamerkan dalam suasana heroik,” ungkap Migi yang mendesain sendiri sekaligus turun tangan mengerjakan Blood bersama timnya.
Migi juga semakin semangat atas dukungan sang suami, Andrew James yang merupakan arsitek asal Australia. Bahkan pada tahun lalu, tepatnya pada even Jember Fashion Carnival 2024, demi istri tercintanya, pria bule ini rela menjadi peragawan dadakan untuk memperagakan busana karya Migi. Pada event tersebut, Andrew dengan semangat mengenakan baju bergaya ‘Rio de Village’ dari Brazil sehingga menarik perhatian para pengunjung di Jember, Jawa Timur.
Pasangan Migi dan Andrew James memang saling mendukung dalam kegiatan masing-masing. Migi juga mendukung obsesi Andrew yang ingin membangun hunian heritage ‘Kampung Joglo’ di kawasan pantai Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat. Pembangunan Kampung Joglo yang terdiri dari enam unit rumah joglo di kawasan wisata itu akhirnya dapat diselesaikan pasutri ini dalam kurun waktu enam tahun dan kini menjadi rumah kreatif bagi seniman maupun penginapan bernuansa alam jadul nan indah. (jo)







Komentar