JAKARTA – Lewat rumah produksinya, Denny Siregar Production, mengambil langkah yang terbilang nekad dengan menjadikan anak mengalami down syndrome sebagai tokoh utama dalam film ‘Tanah Runtuh’ yang dibidaninya.
Terlebih lagi jadi sebuah pilihan yang masih jarang dilakukan di dunia perfilman Indonesia. Produksi film ‘Tanah Runtuh’, jelas-jelas mengangkat cerita tentang hubungan persaudaraan dan keluarga yang sejalan dengan tagar #trbrotherhood, dimana berlatar situasi kehilangan dan kondisi hidup yang tidak mudah.
Bahkan dalam film itu sendiri, digambarkan seorang anak dengan down syndrome yang mendapat porsi penting sebagai tokoh utama serta terlibat langsung dalam dinamika cerita, meski kondisinya tidak dijadikan sebagai konflik utama.
Lantas, melalui film ‘Tanah Runtuh’, Denny Siregar pun ingin menunjukkan bahwa anak dengan down syndrome dapat tampil sebagai tokoh utama yang kuat dan relevan. Tentu saja tanpa harus digambarkan sebagai beban atau objek belas kasihan.
Selanjutnya dari film ‘Tanah Runtuh’ diharapkan bisa memberi sudut pandang baru, terutama bagi penonton. Antara lain tentang penerimaan, empati dan makna persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. (jo)







Komentar