oleh

Video Viral Homo Beraksi di KRL, Penumpang Marah Merasa Dipegang-pegang Alat Vitalnya di Stasiun Cibinong

BOGOR – Sejumlah insiden yang terjadi di layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek masih terus terjadi khususnya pada jam sibuk. Terbaru, aksi dugaan homoseksual melecehkan penumpang pria di dalam KRL KA 1526 relasi Jakarta Kota–Nambo saat rangkaian kereta tiba di Stasiun Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin malam, 9 Februari 2026.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video amatir yang merekam konfrontasi antara korban dan terduga pelaku viral di media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, korban seorang pria tampak berani menyuarakan tindakan tidak pantas yang diduga dialaminya di dalam gerbong.
Suasana memanas ketika KRL berhenti di peron Stasiun Cibinong dan korban melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram @jalurnambo, korban mengaku mengalami kontak fisik sesama jenis yang tidak diinginkan pada bagian sensitif tubuhnya. “Dia elus sama pegang-pegang bu*ung saya, Pak,” ujar korban kepada petugas keamanan.

Meski mendapat tuduhan serius dan disaksikan banyak penumpang, terduga pelaku membantah seluruh tudingan.
Petugas keamanan stasiun kemudian mengamankan situasi dengan mengawal terduga pelaku guna mencegah aksi main hakim sendiri dari penumpang lain.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait identitas terduga pelaku maupun tindak lanjut hukum dari pihak berwenang.
Insiden tersebut menambah daftar peristiwa yang terjadi di tengah tingginya kepadatan penumpang KRL.

Sebelumnya, seorang penumpang KRL jalur Green Line dilaporkan pingsan akibat terlalu lama berdesakan di dalam gerbong saat jam sibuk, Kamis pagi, 22 Januari 2026. Peristiwa itu terekam video dan viral setelah diunggah akun Instagram @abouttng. Dalam video tersebut, seorang pria terlihat terjatuh di dalam gerbong dan kemudian dievakuasi petugas keamanan setibanya KRL di Stasiun Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Pihak KAI Commuter mengakui bahwa kepadatan penumpang masih kerap terjadi pada hari kerja, terutama pada pukul 05.30–07.30 WIB dan 16.00–18.00 WIB. “Pada jam-jam tersebut terjadi pertemuan pengguna secara bersamaan, khususnya di Stasiun Manggarai,” ujar Leza, perwakilan KAI Commuter. Untuk mengurai kepadatan, KAI Commuter saat ini telah mengoperasikan 1.081 perjalanan KRL di wilayah Jabodetabek, serta melakukan pengaturan arus penumpang agar lebih tertib. Masyarakat juga diimbau memanfaatkan aplikasi KRL Access untuk memantau tingkat kepadatan stasiun sebelum bepergian.

Rentetan insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya penguatan aspek keamanan, pengawasan, dan kenyamanan bagi pengguna transportasi publik, khususnya di tengah tingginya mobilitas masyarakat Jabodetabek. Bahkan Presiden Prabowo Subianto pernah meminta, agar jumlah gerbong kereta ditambah saat jam sibuk, demi mengurangi penumpukan penumpang yang bisa mencapai ratusan orang dalam satu gerbong. (yopy/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *