oleh

Satu Keluarga Jadi Korban Penyerangan Kelompok Preman, Rusak Barang-Barang dan Bikin Anak-Anak Trauma

JAKARTA – Satu keluarga di sebuah perumahan wilayah Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi korban intimidasi dan rumahnya dirusak kelompok preman pada Kamis (29/1/2026). Sambil memberikan ancaman kepada korban yang tiga di antaranya anak-anak, kelompok ini menyiramkan air ke seluruh peralatan elektronik yang ada di rumah.

Yazid Mutaqin (45), korban menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat ia tengah bekerja dan di rumahnya ada istri dan anak-anaknya. Pelaku yang berjumlah enam orang itu datang dengan merusak pintu gerbang. “Mereka maik merusak gembok pagar, ketika sudah di dalam pekarangan pelaku merusak mobil yang terparkir dan kamera-kamera cctv yang ada di rumah,” katanya, Minggu (1/2/2026).

Dikatakan Yazid, beberapa pelaku lain berupaya masuk ke dalam rumah dengan merusak kunci pintu depan. Ketika sudah berada di dalam rumah, pelaku langsung mengambil air untuk menyiram semua yang ada termasuk barang-barang elektronik. “Pelaku lain ada juga yang menyiram air ke meteran listrik. Mereka mau membunuh anak dan istri saya yang saat itu di rumah sudah ketakutan,” ujarnya.

Yazid menambahkan, upaya pembunuhan itu terjadi karena semua barang-barang elektronik hingga meteran listrik disiram air dengan tujuan terjadi korsleting listrik. Dengan begitu api akan membakar rumah dan menghanguskan semuanya. “Mereka juga mengunci pintu dari luar serta mengurung anak dan istri saya di dalam rumah. Semua ketakutan dan hingga kini masih trauma,” imbuhnya.

Aksi perusakan dan intimidasi itu, kata Yazid, diduga dilakukan oleh orang yang dikenalnya yang disebut bernama Heru. Itu terjadi karena masalah pekerjaan yang diberikan kepada terduga pelaku, namun yang bersangkutan belum juga memberikan uang DP 50 persen dari batas waktu yang ditentukan. “Karena masalah itu mereka datang melakukan intimidasi ke kami, tapi anak dan istri saya malah yang jadi korban,” ungkapnya.

Berbekal rekaman video cctv, sambung Yazid, dirinya melaporkan aksi perusakan dan intimidasi tersebut ke Polres Jakarta Timur. Pihaknya berharap polisi bisa segera meringkus keenam pelaku yang sudah sangat meresakan dan mengganggu keluarga. “Karena kejadian ini sudah yang kedua kalinya, pertama mereka datang ke rumah dan bentak-bentak istri saya. Dan kali ini mereka datang sambil merusak barang-barang elektronik hingga kendaraan saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadholi mengaku, sudah mendatangi lokasi kejadian pascaperistiwa tersebut. Di mana sebelumnya istri dari korban, melaporkan kejadian ini melalui Call Center 110, dan anggotanya langsung meluncur ke lokasi. “Jadi masalahnya itu karena ada proyek di Bali, sudah dibayarkan tapi dugaannya tidak ada pengerjaan. Jadi si orang itu minta sisa uangnya dikembalikan saja,” ujarnya.

Menurut Fadholi, karena sudah sering ditagih tapi uangnya tak dikembalikan, terduga pelaku menyewa debt collector untuk menagih uang. Meski begitu ia memastikan, tidak ada kontak fisik pada saat itu, namun tiga anak-anak korban mengalami trauma pascakejadian.

“Mereka masuk menyiram-nyiram saja, mobil rusak sepertinya ditendang itu. Kami sudah arahkan lapor ke polsek, tapi korban maunya lapor ke Polres Metro Jakarta Timur,” ungkapnya.

Fadholi mengakui, pihaknya sudah beberapa kali menerima aduan call center dari korban. Ia juga sempat menyarankan agar masalah pekerjaan diselesaikan di kantor. “Sempat bilang katanya mau diselesaikan di kantor, tapi ternyata belum selesai dan terus datangin rumah korban,” terangnya. (*/ifand)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *