MENJADI penumpang kapal pesiar mewah, Cruise Royal Caribbean Internasional merupakan impian banyak orang. Medio November 2022 lalu, mimpi tersebut terwujud menjadi kenyataan, seperti yang dialami 6.000 orang peserta Trip member Milionaire Club Indonesia [MCI]. Kapal berkapasitas super lengkap itu dipadati member-member unggulan dari berbagai penjuru di tanah air, termasuk juga dari luar negeri.
Kapal serba wah tersebut membawa penuh sensasi. Kapal berbobot ribuan ton dengan 15 dek tersebut dilengkapi sarana dan prasarana lengkap, antara lain restoran, theatre, ruang pertemuan, pertokoan, fitness, kolam renang, tempat santai dan banyak lagi sarana pendukung lainnya. Sudut pandang [view] yang diatur dan ditata indah menghadap laut lepas.
Tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, namun terasa betapa nikmat duniawi nya. Terus terang, kapal ini seakan untuk kalangan berduit lebih. Kalau sekadar kocek pas-pasan, sebaiknya jangan. Syukur Alhamdulillah, MCI mewujudkan ribuan member nya dapat naik dan berlayar di lautan Singapura-Malaysia, sebagai perhatian MCI atas jerih payah selama beberapa bulan terakhir ini.

Naik kapal mewah program Trip MCI, tentulah memiliki agenda acara tersusun oleh pihak MCI. Mulai saat kedatangan dan masuk ke bodi kapal, yang diawali foto bersama big boss MCI. Lanjut makan siang di restoran kapal, gala dinner, foto bersama di atas kapal, seminar dan sebagainya. Karena jumlah peserta banyak dan demi ketertiban saat pengambilan foto, maka sesi pemotretan massal dibagi menjadi tiga gelombang, sesuai dengan tanda khusus yang diberikan panitia. Sekaligus member dapat menyaksikan langsung penerimaan piagam penghargaan dari MURI kepada MCI, karena MLM terbesar dan mampu bertahan di masa pandemi, juga mencatatkan rekor dunia menghadirkan 6.000 member naik kapal Cruise dalam waktu bersamaan.

Kesan lain sungguh banyak lagi selama berlayar dari 7 sampai 10 November 2022. Yang tidak terlupakan bahwa pada saat mau makan, apakah serapan pagi, siang atau malam. Maklum kalau sekali atau dua kali menyantap menu ala barat, dapat dimaklumi oleh sebagian penumpang, tapi jika jadi makanan andalan, banyak yang gelisah dan merasa ada yang kurang. Akhirnya mencari suguhan lain yakni berupa hidangan nasi.
Tempat makan di lantai 3 dan 4 kapal, menu nasi sama sekali tidak ada. Yang ada makanan ala Eropa dan lainnya. Namun dari kabar dari mulut ke mulut, kalau mencari nasi atau nasi goreng ternyata ada tersedia di lantai 14. Otomatis pengunjungnya membludak, kemungkinan sudah dapat info dari orang ke orang. Praktis suasana antrean telihat sangat panjang. Berbeda dengan di lantai 3 dan 4. Cuma kalau makan di lantai 3 atau 4, pengunjung diminta masuk tertib dan duduk di tempat tersedia. Lalu daftar menu makan dan minum disajikan, lalu dipesan kepada petugasnya, sementara di lantai 14, dipersilakan masuk dan ambil sendiri.

Suasana di lantai 14 ini, lebih seru karena terjadi saling serobot membuat petugas penjaga makanan, yang sebagian besar bule goyang-goyang kepala melihat tingkah laku pemburu nasi. Pokoke heboh dah…
Demikian juga di areal pertokoan dalam kapal, pengunjung ke dalam pertokoan pada hari pertama dan kedua masih sepi, namun menjelang akhir pelayaran, pihak toko yang banyak mempekerjakan orang asing, kemungkinan mereka pasang strategi dengan gelar lapak [meja kecil] di depan toko masing-masing dan menulis kata `discount.`.

Berdasar pantauan, strategi ini berhasil menyedot perhatian pengunjung [member MCI] dan dalam waktu singkat ludes, padahal harganya tidak berubah seperti semula di dalam toko. Hanya saja tempatnya di gelar di depan toko, layaknya di mal-mal atau pusat belanja di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Plus adanya suntikan dana untuk belanja kecil dari pihak MCI.
Selama pelayaran, setiap ada pengumuman selalu menggunakan bahasa Indonesia, termasuk pengumuman kehilangan anak, tas yang tercecer dan sebagainya. ermasuk pengumuman bahwa setiap menu makanan yang disajikan di kapal adalah halal. Pengumuman ini sekaligus melegakan kalangan muslim yang ikit dalam rombongan massal tersebut.
Trip bersama MCI ini menjadi ajang memotivasi leader dengan berbagai kesuksesan. Dengan adanya trip tersebut, termasuk kesempatan umroh dan haji plus akan terbuka luas sebagai daya dorong. Pemandangan di kapal pesiar menjadi momen terpenting dalam mengembangkan bisnis di balik suplemen kesehatan dan alat kecantikan. [syamsir/bagian 4]







Komentar