oleh

OJK dan BI Bantu Kegiatan Vaksin Pelajar di Kota Bogor

POSKOTA. CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat mendukung kegiatan vaksinasi bagi pelajar di Kota Bogor.

Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 50 juta untuk operasional pelaksanaan ‘Gebyar Vaksinasi kepada Anak Sekolah’ dan 10.000 dosis vaksin. Bantuan ini diterima langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan disaksikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Jawa Barat Ecky Awal Mucharam di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jalan Dadali, Tanah Sareal.

Bima Arya dalam sambutannya mengatakan, bertarung melawan Covid ini harus pakai angka dan data. Karena jika angkanya kuat, strategi yang dijalankan akan efektif. Data menunjukan, di Kota Bogor warga yang meninggal ketika isoman, 85 persen itu belum divaksin.

“Dan dari yang meninggal itu sebagian besar umurnya di atas 50, punya komorbid dan laki-laki. Dari awal konsisten, laki-laki kalau terpapar lebih cepat memburuk. Mungkin laki-laki punya banyak komorbid seperti diabetes, hipertensi, jantung, asma dan lain-lain,” ungkap Bima.

“Jadi, kalau kita ‘terserempet’ Covid tapi sudah vaksin, Insya Allah pulihnya cepat atau ringan. Tapi kalau belum divaksin, tidak ada jaminan. Yang kedua, bagi penyintas jangan terlalu optimis karena bisa terpapar lagi. Pak Rektor IPB dua kali Covid. Mungkin yang pertama varian biasa, yang kedua varian delta,” kata Bima.

Meski demikian, masih banyak masyarakat yang enggan di vaksin. Banyak juga warga yang antusias tapi pilih-pilih jenis vaksinnya.

“Jadi, game changer-nya adalah vaksin. Banyak yang tanya vaksin apa yang paling ampuh? Yang paling ampuh adalah vaksin yang tersedia. Itu saja. Sinovac oke, kemarin kita kedatangan Astrazeneca kira-kira 4.000 vial. Terus untuk booster tenaga kesehatan ada moderna. Semuanya sama, lancar-lancar saja,” jelas Bima.

Saat ini, kata Bima, capaian vaksinasi per 5 Agustus 2021 sudah 331.509 atau 40,46 persen dari target sasaran vaksin 819.444 warga. Sementara untuk dosis kedua baru 154.240 atau 18,82 persen.

“Kita targetkan minggu depan sudah 50 persen. Kita gencarkan terus. Satu hari kapasitas kita sudah bisa 15 ribu. Awalnya kapasitas kuta hanya 5.000-7.000, sekarang dengan 16 sentra vaksin ini kapasitasnya bisa sampai 17.000. Tergantung stok vaksin, kalau pasokannya lancar, Oktober saya optimistis selesai,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala OJK Regional 2 Jabar selaku Ketua Umum FKIJK Jabar Indarto Budiwitono mengatakan, bahwa sampai Juli 2021 sudah disalurkan 42.000 vaksin untuk Jawa Barat. “Sebelumnya sudah dilaksanakan di Cirebon, Tasikmalaya, di Bogor Alhamdulillah kita kirim kuota 10.000. Ke depan, kami sudah mendapatkan tambahan sekitar 200.000. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Indarto.

Kepala Perwakilan BI Jabar selaku Ketua Umum BMPD Jabar Herawanto menyatakan, dipilihnya Kota Bogor karena merupakan salah satu penyangga Ibukota DKI Jakarta.

“Mau tidak mau ketika bicara herd immunity yang efektif, salah satu yang harus di addres adalah Bogor. Menariknya memang hanya 4 kota yang kita bergerak di wilayah Jabar, yaitu Bandung, Cirebon, Tasikmalaya dan Bogor. Tentunya terima kasih sekali kepada Anggota DPR Komisi XI yang bagaimanapun kegiatan kami ini tanpa dukungan beliau tidak akan berjalan,” terang Herwanto. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *