DEPOK – Kegiatan reses merupakan kewajiban konstitusional setiap anggota dewan sehingga menjadi untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan dan memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di tingkat lingkungan pulang bawah.
“Melalui reses wakil rakyat hadir langsung untuk memastikan suara warga didengar, dicatat, dan diperjuangkan,” kata Anggota Komisi A DPRD Kota Depok dari Fraksi PPP, Hj. Qonita Lutfiyah saat reses di warga RW 08, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Senin (2/2).
Reses terbagi dalam dua kategori yakni reses formal dan reses informal untuk reses formal dilaksanakan dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta tunduk pada ketentuan administratif yang ketat sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Sedangkan, reses informal dilakukan secara mandiri dengan pola yang lebih fleksibel tanpa menggunakan pembiayaan APBD, ujarnya tentunya ke dua reses itu memiliki tujuan sama yaitu menyerap aspirasi dan mendengarkan langsung permasalah masyarakat.
Selain sebagai wadah penjaringan aspirasi, reses juga dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi serta membangun komunikasi dan sinergi antara wakil rakyat, masyarakat, dan aparatur pemerintahan di tingkat kelurahan.
Disini pentingnya peran RT, RW, dan lurah sebagai penghubung utama agar aspirasi warga dapat tersalurkan secara tepat, terukur, dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, ujarnya.
Berkaitan program Pemkot Depok terkait alokasi dana sebesar Rp 300 jita per RW, kata Hj. Qonita yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Depok, ketua RW agar memanfaatkan dana tersebut harus berpedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis serta dilakukan melalui koordinasi dengan lurah guna menjaga ketertiban administrasi dan mencegah kekeliruan dalam implementasi.
“Bahwa besaran dana RW tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab seluruh kebutuhan pembangunan di setiap wilayah, ” katanya jika ada kebutuhan mendesak keselamatan warga dapat mengajukan melalui mekanisme anggaran Belanja Tidak Tetap (BTT) sebagai instrumen penahanan darurat. (anton/fs)







Komentar