oleh

Beriman kepada Kitab-Kitab Allah (Bagian I)

Oleh : Karsidi Diningrat

RASULULLAH shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Iman ialah, hendaknya engkau percaya kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan percaya pada takdir yang baik dan yang buruk.” (HR. Muslim melalui Umar r.a.). Dalam hadis lain disebutkan bahwa, “Iman ialah, hendaknya engkau percaya kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, percaya kepada pertemuan dengan-Nya, percaya kepada Rasul-rasul-Nya dan percaya kepada hari berbangkit.” (HR. Syaikhan melalui Abu Hurairah r.a.).

Beriman kepada kitab-kitab Allah ialah, beriman kepada semua kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. melalui Malaikat Jibril kepada Rasul-rasul-Nya. Hal ini diwajibkan bagi kita untuk mengimaninya secara global. Adapun secara terinci ialah kita harus beriman kepada Al-Qur’an, karena semua kandungan kitab-kitab terdahulu tersimpul di dalam Al-Qur’an, maka cukuplah bagi kita untuk beriman kepada Al-Qur’an. Kitab-kitab yang terdahulu sebelum Al-Qur’an kebanyakan disebut shuhuf, seperti shuhuf-nya Nabi Ibrahim, shuhuf-nya Nabi Adam dan lain sebagainya. Adapun shuhuf-shuhuf yang ada namanya ialah, kitab Taurat-Nya Nabi Musa, kitab Zabur-Nya Nabi Daud, kitab Injilnya Nabi ‘Isa, dan Al-Qur’an Karim. Perlu diingat bahwa Al-Qur’an berfungsi me-mansukh semua kitab terdahulu, maka yang berlaku hanyalah Al-Qur’an hingga hari kiamat nanti.

Di antara kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya ada sebagian yang namanya diberitakan secara jelas kepada kita di dalam Al-Qur’an dan sebagian lagi tidak diberi-Nya nama yang jelas. Dan Allah Swt. telah memberitakan kepada kita tentang kitab-kitab tersebut sebagaimana dalam firman-Nya.

Kitab Taurat

Taurat adalah kitab-Nya yang diturunkan kepada Nabi Musa As., seperti diterangkan dalam firman Allah Swt berikut ini, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab ini diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerahkan diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Mai’dah [5]: 44).

Kitab Injil

Injil adalah Kitab-Nya yang diturunkan kepada Nabi ‘Isa AS., sebagaimana diterangkan dalam firman Allah Swt. sebagai berikut, “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 46).

Kitab Zabur

Kitab Zabur adalah kitab-Nya yang diturunkan kepada Nabi Daud AS, sebagaimana Allah telah berfirman, “Dan Kami (Allah) berikan Zabur kepada Daud.” (QS. Al-Isra [17]: 55).

Shuhuf

Shuhuf adalah kitab-nya yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim AS, dan Nabi Musa AS. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Ataukah belum beritakan kepadanya apa yang ada dalam shahifah-shahifah Musa? Dan Shahifah-Shahifah Ibrahim yang menyempurnakan janji? (Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Rabbmulah kesudahan (segala sesuatu).” (QS. An-Najm [53]: 36-42).

Dalam firman yang lain Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan dengan jelas, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) shahifah-shahifah Ibrahim dan Musa.” (QS. Al-A’laa [87]: 14-19).

Adapun kitab-kitab lainnya yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Rasul-rasul lain, memang Allah tidak menyebutkan nama-namanya secara jelas kepada kita, akan tetapi Dia telah mengisyaratkan dengan memberitakan bahwa setiap Nabi menerima kitab yang haq beserta risalah yang harus disampaikan kepada kaumnnya.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Manusia itu adalah ummat yang satu, (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 213).

Dr. Muhammad Na’im Yasin mengatakan “oleh karena itu wajib bagi kita untuk mengimani bahwa kitab-kitab itu diturunkan oleh Allah dengan haq, yang berfungsi sebagai cahaya dan petunjuk, yang mengisyaratkan bahwa para hamba harus mentauhidkan Allah SWT. baik rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, maupun asma dan sifat-Nya. Kita juga wajib beriman bahwa apa-apa yang dinisbatkan (ditetapkan) kepadanya (Kitab Suci), akan tetapi bertentangan dengan yang seharusnya ada dalam Kitab Suci (cahaya, petunjuk, dan pentauhidan atas-Nya), maka hal itu hanyalah hasil rekaan manusia dan bikinan mereka saja.”

Kitab Al-Qur’an

Wajib juga bagi kita untuk mengimani bahwa Al-Qur’an yang agung ini adalah merupakan kitab terakhir yang diturunkan Allah Swt, dan Allah telah menempatkannya pada kedudukan teristimewa di antara kitab-kitab sebelumnya, karena hal ini:

Al-Qur’an mencakup ringkasan pengajaran-pengajaran ilahiyah, serta memperkuat dan membenarkan isi kitab-kitab yang mendahuluinya, yaitu kewajiban mentauhidkan Allah, beribadah kepada-Nya, dan taat kepada-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk itu tiap-tiap ummat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu ummat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu dengan pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitakan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS. Al-Maaidah [5]: 48).

Selain itu, Al-Qur’an juga datang dengan membawa seperangkat aturan Syari’at untuk seluruh ummat manusia, dimana semua aturan-aturan itu dapat menghantarkan mereka kepada kebahagiaan dunia-akhirat. Dan sekaligus menashahkan syari’at-syari’at amaliyah khusus kaum-kaum (ummat) terdahulu, dan mengukuhkan hukum-hukum yang memang tetap berlaku untuk setiap tempat dan di segala zaman.

Al-Qur’an Satu-satunya Kitab yang Dipelihara Allah Swt

Bahwa Al-Qur’an itu adalah satu-satunya kitab Rabbani yang telah dijanjikan pemeliharaan (keasliannya) oleh Allah Swt. sendiri, sebagaimana Allah telah berfirman, “Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9).

Dan dalam firman-Nya yang lain disebutkan, “Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika A-Qur’an itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya -Qur’an itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji”. (QS. Fuhshilat: 41-42).

Dr. Muhammad Na’im Yasin mengatakan bahwa dari sisi lain keistimewaan Al-Qur’an adalah bahwa kitab ini diturunkan oleh Allah Swt. kepada Rasul-Nya Muhammad SAW. bagi seluruh ummat manusia, bukan untuk suatu kaum tertentu saja, sebagaimana sasaran kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Ia dijaga-Nya dari penyimpangan-penyimpangan dan dari ulah tangan-tangan manusia jahil, sehingga dengan demikian kekal abadilah apa-apa yang terkandung di dalamnya, yang merupakan hujjah-hujjah Allah kepada ummat manusia. Semua halnya senantiasa tegar tanpa ada yang mampu mengusiknya sehingga pantas kalau Allah mewariskan bumi berikut isinya kepada hamba-Nya yang shaleh (yang mengemban amanat Kitabullah).”

“Sedangkan tentang kitab-kitab yang lainnya yang tidak jelas namanya, sudah pasti juga diturunkan oleh Allah Swt. kepada ummat-ummat tertentu yang terdahulu, sebab sebagai ciri adanya Dien adalah jika di dalamnya diturunkan (dilengkapi) syari’at dan hukum-hukum khas yang sesuai dengan kondisi kaum tertentu itu.” Sebagaimana Allah Swt. telah berfirman, “… Untuk tiap-tiap ummat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang …” (QS. Al-Maaidah [5]: 48).

Syaikh Said bin Ali Al-Qahthahni mengatakan “Kaum Yahudi mengakui bahwa As Samirah telah menukar sebagian isi Taurat dan menggantinya dengan bagian lain secara terang-terangan. Ia telah menambahkan atau menguranginya. As Samirah sendiri telah mengakui bahwa kitab yang ada di tangan orang-orang Yahudi sekarang sudah mengalami perubahan dan penggantian.”[] Wallahu alam bish-shawwab.

-Dosen Akidah dan Pemikiran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

-Dewan Penasihat Pengurus Wilayah Al-Washliyah Jawa Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *