oleh

ICK Minta Irjen Eko Indra Heri Legowo Mundur Sebagai Kapolda Sumsel

POSKOTA.CO–Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri mengakui kesalahannya terkait bantuan Rp2 triliun sumbangan keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19. Dia meminta maaf kepada semua pihak khususnya masyarakat Sumsel atas berita sumbangan yang sempat menakjubkan rakyat Indonesia ternyata “isapan jempol”.

Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) mengapresiasi permintaan maaf Kapolda Sumsel baik kepada institusi Polri maupun masyarakat Sumsel serta seluruh rakyat Indonesia atas kesalahan individunya menuai polemik di masyarakat.

“Bukan hanya minta maaf, semestinya juga diikuti langkah pengunduran dirinya sebagai Kapolda Sumsel sehingga polemik di tengah masyarakat segera mereda,” kata Ketua Presedium ICK Gardi Gazarin, SH dalam keterangan persnya, Sabtu (7/8/2021).

Menurut Gardi, mundur dari jabatan itu sebagai bentuk konsekuensi pengakuan kesalahan bukanlah hal yang tabu. “Perlu diingat, pada Maret 2009 Kapolda Jawa Timur Irjen Herman S Sumawiredja tidak saja mundur dari jabatannya, dia juga mundur dari keanggotaan Polri,” tegas Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014-2016. Ini bisa menjadi contoh para pimpinan dijajaran Polri, bila melakukan kesalahan dengan legowo mengundurkan diri dari jabatan.

“ICK mengapresiasi tinggi bila langkah Kapolda Sumsel dengan iklas mengundurkan diri. Kelegowoan Kapolda mundur akan menjadi tradisi di institusi Polri, setiap tindakan salah, memalukan korps atau menyimpang dari pimpinan mengundurkan diri. Apalagi masa pensiunnya hanya sampai tahun depan,” ujar Gardi Gazarin.

Selain pengunduran diri Kapolda Sumsel, ICK meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jangan segan segera mengganti Direktur Serse Umum dan Direktur Intelkam Polda Sumsel. Karena keduanya juga dinilai bertanggung jawab atas polemik hibah Rp2 triliyun yang disampaikan Haryanti, putri Akidi Tio secara terbuka dan disampaikan langsung Kapoda yang disaksikan Gubernur dan Forkompinda menggelar konferensi pers di Mapolda Sumsel pada Senin (26/7/2021).

Ke depan lanjut Gardi Gazarin, siapapun Kapolri nya tidak perlu repot-repot untuk memutuskan pencopotan terhadap anakbuahnya, tapi anakbuah yang sadar tidak bisa mengikuti langkah kinerja pimpinan mengundurkan diri. “Atau jangan karena jauh lebih senior, Kapolri menjadi gamang mencopot posisi seniornya. Karena itu lebih elegannya Kapolda Sumsel mengundurkan diri sehingga juniornya yakni Kapolri dapat lebih fokus dalam penegakan hukum dan menjaga Kamtibmas lebih baik lagi dalam program Presisi di era pandemi Covid-19,” imbuh Gardi.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *