JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat rekor dalam jumlah pelanggan pada tahun 2024, dengan total 371,4 juta penumpang sepanjang tahun. Angka ini mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya, dengan cakupan populasi yang terlayani mencapai 91,7 persen.
Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, capaian yang didapat ini melampaui angka tahun sebelumnya yang mencapai 285 juta pelanggan dan hampir dua kali lipat dari tahun 2022 yang berjumlah 191 juta pelanggan. Di mana rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari memanfaatkan Transjakarta.
“Angka ini tercapai berkat bantuan pemerintah, rute baru yang kita buka, layanan baru, aplikasi halte-halte yang sudah direvitalisasi. Dan ini juga menjadi sinyal bahwa transportasi publik itu sudah mulai menjadi pilihan bagi masyarakat Jakarta untuk melakukan komunikasi. Jumlah pelanggan yang cukup baik, naik hampir dua kali keempat dalam dua tahun terakhir,” kata Welfizon, Jumat (7/2).
Dikatakan Welfizon, Transjakarta juga berhasil mengurangi subsidi perpelanggan di tahun 2024 menjadi Rp9.831, di mana mengalami penurunan 0,5 kali dari tahun 2022 yang subsidinya sebesar Rp16.800. “Alhamdulillah kita bisa menutup tahun 2024 dengan sangat baik berkat kerja keras semua pihak,” ujarnya.
Dalam konteks keselamatan berkendara, Transjakarta berhasil menurunkan tingkat kecelakaan hingga setengahnya dalam dua tahun terakhir berkat implementasi rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Angka Accident Rate tahun 2024 juga mengalami perbaikan signifikan, menjadi 0.36 turun dari periode sebelumnya yaitu 0.50,” imbuh Welfizon.
Dari sisi operasional, sambung Welfizon, jumlah armada Transjakarta meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 4.388 unit, sementara jumlah rute bertambah 3% menjadi 242 rute. “Sebagai bagian dari komitmen terhadap transportasi berkelanjutan, Transjakarta juga telah meluncurkan 300 unit bus listrik hingga Desember 2024, sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurut Welfizon, keberhasilan Transjakarta juga terlihat dari optimalisasi pendapatan non-farebox, yang melonjak 3,5 kali lipat dari dua tahun sebelumnya menjadi Rp218,4 miliar. Semua itu didorong oleh berbagai inisiatif, yaitu melalui optimalisasi dan monetisasi aset, pemanfaatan intellectual property melalui produk kolaborasi.
“Kami juga meluncurkan produk Open Top Tour of Jakarta menggunakan bus tingkat atap terbuka untuk berkeliling di jalan protokol Jakarta,” tukasnya. (Ifand/fs)







Komentar