JAKARTA – Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan Salat Tahajud dan Witir secara rutin.
“Nggak usah yang lama-lama bangun pukul 02.00 WIB. Kita bangun yang biasa saja yang penting rutin dan kontinyu. Jangan mengerjakan sekali-kali tapi harus kontinyu,” jelas KH. Bazwan, saat memberikan tausyiah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah di Musala Al-Atqiah, Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, pada Senin (15/9/2025) malam.
“Ibadah yang dilakukan sekali-kali walaupun mendapat pahala tapi kurang memberi efek positif buat kehidupan kita, lain dengan ibadah yang dilakukan secara rutin dan langgeng ini memberikan efek buat diri kita,” sambungnya.
Ustaz Bazwan menjelaskan, kalau melaksanakan ibadah harus rutin dan terus menerus. “Bangun cukup pukul 04.00 WIB kemudian mandi, berwudu, Salat Tahajud 2 rakaat dan Salat Witir 3 rakaat. Ini sudah cukup, yang penting kita melakukan secara terus menerus dan langgeng ini akan memberikan efek buat diri kita,” jelasnya.
Menurutnya, sesuai firman Allah Swt, Surat Al-Isra Ayat 79, bila rajin Salat Tahajud dan Witir secara rutin dan langgeng maka Allah Swt akan mengangkat derajatnya yang lebih tinggi dan terpuji.
Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2025, H. A. Daelani menambahkan, usai melaksanakan ibadah Salat Magrib berjemaah, dilakukan tahillan kemudian Salat Isya, lanjut dengan kegiatan inti Maulid Nabi Muhammmad SAW, diawali dengan pembacaan suratul Quran oleh Ustaz H. Nurshobah, dilanjutkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW oleh Silma Mausuli.
Dikatakan, kegiatan ini sebagai momentum untuk merenungkan kembali jejak perjuangan dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
“Kami berharap acara ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt, ” ujar Daelani.
Kegiatan dihadiri sekitar 80 orang, terdiri dari jemaah Musala Al-Mubarok, Musala An-Najah dan Musala Raudatul Jannah. (*/ta)







Komentar