oleh

Jemaat Gereja JKI-GKPR Gelar Bakti Sosial “Sukacita bagi Dunia yang Gelap”, di Panti Asuhan Karena Doa, Kota Depok

DEPOK – Jelang Hari Raya Natal 2025, jemaat Gereja JKI – GKPR menggelar bakti sosial (baksos) di kepada 30 anak yatim piayu Panti Asuhan Karena Doa, Kota Depok, Sabtu (11/10/2025). Baksos ini merupakan rangkaian berbagi kasih dan kebahagiaan kepada sesama anak bangsa yang kurang mampu.

Ketua panitia baksos JKI – GKPR, Yanuar Telaumbanua menjelaskan,  kegiatan ini merupakan baksos kedua dalam rangkaian menyambut Natal.

“Pada September lalu kami hadir di Panti Asuhan Pondok Kasih AGAPE, dan hari ini kami melanjutkan kegiatan kedua di Panti Asuhan Karena Doa, Kota Depok. Selanjutnya kita akan berbagi kasih kepada anak jalanan serta lokasi lain. Ini merupakan bentuk pelayanan Diakonia, dan  wujud kita mengasihi sesama untuk melayani,” ucap Yanuar.

Yanuar mengatakan, sebagaimana Firman Tuhan dalam Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”

Terkait berbagi kasih jelang Natal ini,  Gereja JKI-GKPR mengambil tema “Sukacita bagi Dunia yang Gelap” rindu menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan membawa suka cita, pengharapan, dan penghiburan kepada sesama yang sedang berjuang.

Yanuar memaparkan, sebagai wujud kasih Kristus yang nyata, gereja melaksanakan bakti sosial Natal melalui kunjungan kasih ke Panti Asuhan Karena Doa di Depok. Dalam kegiatan ini, jemaat mengadakan ibadah singkat dan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari serta uang tunai sebagai dukungan pendidikan bagi anak-anak  panti asuhan yang berjumlah 30 orang.

Kegiatan ini juga perwujudan iman yang bekerja melalui kasih, mendorong setiap jemaat untuk bertumbuh dalam kepedulian, empati, dan semangat melayani seperti Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, ungkapnya.

Melalui Bakti Sosial “Sukacita bagi Dunia yang Gelap”, Gereja JKI – GKPR ingin menegaskan bahwa Natal bukan hanya tentang perayaan, melainkan tentang kehadiran kasih Kristus di tengah dunia yang membutuhkan terang.

‘Kiranya melalui kegiatan ini, setiap hati yang tersentuh dan setiap tangan yang terulur menjadi saksi kasih Allah yang hidup. Sebab di dalam kasih itulah dunia yang gelap menemukan terang-Nya,” tambah Yanuar Telaumbanua.

Hal yang sama juga diungkapkan Jemaat JKI-GKPR, Muliawan, bahwa kegiatan sosial ini diharapkan dapat menghadirkan kasih Kristus secara nyata kepada jemaat maupun anak-anak Panti Asuhan Karena Doa. Gereja bersama jemaat membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan dukungan pendidikan bagi anak-anak panti.

“Guna menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan solidaritas antar jemaat GKPR, hari ini kami bersama-sama hadir sebagai panggilan untuk melayani sesama dengan kasih dan kepedulian, sesuai dengan teladan Tuhan Yesus, ungkapnya.

Kegiatan sosial ini juga diharapkan dapat membantu anak-anak panti agar mendapatkan kebutuhan dasar dan dukungan pendidikan, serta menguatkan hubungan kasih antara jemaat dan masyarakat sekitar, juga menumbuhkan kesadaran jemaat akan pentingnya menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan nyata. Kegiatan ini, diharapkan setiap jemaat mengalami sukacita yang sejati, sukacita yang muncul saat kita berbagi kasih, menjadi terang, dan menyalakan pengharapan di hati sesama.

Sementara Pengurus Harian Panti Asuhan Karena Doa, Kota Depok, Matius Maryono mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan Jemaat Gereja Kesadaran Peperangan Rohani Pantai Indah Kapuk 2 Jakarta Utara, yang hari ini telah hadir membantu anak-anak Panti Asuhan Karena Doa, serta melayani anak-anak dengan doa serta bantuan kebutuhan sehari-hari,  serta bantuan pendidikan. “Kiranya Tuhan yang akan membalas apa yang sudah diberikan kepada kami, semoga anak-anak semakin semangat dalam belajar,” ujarnya.

Ada pun anak-anak yang ada di Asrama Panti Asuhan Karena Doa, datang dari berbagai daerah, seperti Papua, NTT, Jawa Tengah, Jawa Barat serta Jabodetabek. Mereka adalah anak yang hanya memiliki ibu saja, bapak saja, bahkan ada yang yatim piatu, dan saat ini berjumlah 30 anak, seluruhnya belajar  di TK, SD, SMP maupun SMA/K.

“Kalau dahulu ada yang sampai kuliah, namun karena pandemi covid-19 beberapa waktu lalu, saat ini hanya sampai SMA/K dan setelah lulus mereka disalurkan bekerja agar mereka bisa mandiri,” ungkapnya. (aga/mk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *