oleh

Pengprov Lemkari Bali Dikukuhkan, 700 Karateka Ikuti Gashuku Provinsi

TABANAN – Ketua Umum PB Lemkari, Mayjen TNI (Purn) Bambang Sutrisno melantik kepengurusan Pemprov Lemkari Bali periode 2025 – 2029 di Taman Pujaan Bangsa Margarana Tabanan Bali, Jumat, 25 Desember 2025. Acara ini juga dihadirii 700 Karateka Bali yang mengikuti Gashuku (ujian kenaikan sabuk) provinsi.

Pelantikan pengurus Pemprov Lemkari Bali berdasarkan Surat Keputusan PB Lemkari Nomor KPTS_13/PB.LKI/KU-SEKJEN/VI/2025, dengan susunan inti yakni I Wayan Muntra, SH, MH sebagai Ketua, I Made Perwira Duta sebagai Sekretaris, dan Ketut Aryana sebagai Bendahara.

Ketua Umum PB Lemkari Mayjen TNI Marinir (Purn) Bambang Sutrisno menyampaikan rasa bangganya atas loyalitas dan dedikasi pengurus Lemkari Bali.

“Saya berpesan agar terus menjunjung tinggi sportivitas, kekompakan, kedisiplinan, serta meningkatkan prestasi atlet,” kata Bambang Sutrisno.

Usai pengukuhan pengurus, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi Gashuku oleh Ketua Umum PB Lemkari.

Sejumlah tokoh turut bergabung dalam kepengurusan Lemkari Bali, di antaranya Prof. Dr. drg. I Gede Winasa, yang merupakan mantan Bupati Jembrana, serta I Wayan Geredeg, SH, M.AP, mantan Bupati Karangasem.

Sebanyak 700 karateka dari seluruh kabupaten/kota di Bali memadati Taman Pujaan Bangsa Margarana Tabanan, dalam kegiatan Ujian Kenaikan Sabuk (Gashuku) Lemkari Bali.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda terbesar Lemkari Bali di akhir tahun, sekaligus ajang pembinaan dan evaluasi kemampuan karateka dari berbagai tingkatan, mulai sabuk putih hingga sabuk cokelat.

Ketua Lemkari Bali I Wayan Muntra, SH, MH menjelaskan bahwa ujian Gashuku merupakan sistem evaluasi resmi dalam perguruan Lemkari yang dilaksanakan secara terpusat.

“Peserta yang mengikuti ujian mencapai 700 orang dari seluruh Bali. Ujian ini mencakup sabuk putih sampai sabuk cokelat dan dikenal sebagai ujian Gashuku,” jelas Muntra.

Dalam sambutannya, Muntra menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi Lemkari Bali di bawah naungan Pengprov FORKI Bali, sekaligus menjalankan seluruh program PB Lemkari dan keputusan Musda Pengprov Lemkari Bali.

“Target kami adalah menjaga kekompakan dan sinergi, serta terus berkontribusi mencetak atlet karate berprestasi,” bebernya.

Muntra mengutarakan, Lemkari Bali telah banyak menyumbang atlet pada kejuaraan nasional dan menjadi salah satu percontohan perguruan Lemkari secara nasional.

Sementara itu Ketum Pengprov FORKI Bali, Armand Setiawan Wulianadi atau yang akrab disapa Armand Joger, mengapresiasi peran Lemkari Bali dalam memajukan olahraga karate di Pulau Dewata.

“Kontribusi Lemkari Bali sangat besar dalam setiap langkah organisasi FORKI. Banyak tokoh karate Bali berasal dari Lemkari, sehingga saya selalu berusaha hadir jika Lemkari mengundang FORKI Bali,” ujar Armand Joger.

Pada kesempatan tersebut, Pengprov Lemkari Bali juga menyerahkan dana pembinaan kepada lebih dari 35 dojo, masing-masing sebesar Rp500 ribu, serta bonus tambahan bagi dojo dengan jumlah peserta terbanyak.

Rangkaian acara ditutup dengan tabur bunga di Monumen Perjuangan I Gusti Ngurah Rai, yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan nasional.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dewan Pembina Lemkari, Ketua FORKI Bali, perwakilan perguruan karate, unsur TNI-Polri, serta tokoh-tokoh karate Bali. (aga/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *