oleh

Membanggakan, Enam Pemain Hoki Indonesia Tembus Liga Eropa

JAKARTA – Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia telah mencatat sejarah dengan mempertahankan medali emas pada SEA Games ke-33 Thailand 2025. Tidak hanya itu saja, pasukan Garuda asuhan pelatih asal Malaysia Dhaarma Raj telah membuktikan mereka memang patut mendapat acungan jempol karena mampu kembali mengulang kemenangan atas Malaysia pada laga final SEA Games ke-32 Kamboja 2023 lalu.

Perkembangan prestasi Hoki Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan. Bukan hanya sekadar meruntuhkan Malaysia sebagai salah satu kekuatan hoki Asia, tetapi ada prestasi mengejutkan yang dicatat anak-anak Indonesia dari cabang olahraga nomor tiga populer di dunia.

Tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia telah melahirkan enam pemain yang mampu menembus Liga Eropa. Ini membuktikan bahwa kualitas pemain Timnas Hoki Indoor Indonesia tidak kaleng-kaleng dan patut mendapat perhatian pemerintah.

Yakni, Revo Priliandro dan Yuan Jodie Hibatullah mendapat kepercayaan memperkuat LKS Gasawa HC yang berlaga di Liga Super Hoki Polandia.

“Ya, saya bermain di Liga Super Hoki Polandia yang posisinya di atas Liga Utama. Dan, kami akan berusaha memberikan yang terbaik sehingga bisa membawa LKS Gasawa meraih kemenangan saat tampil di Liga Hoki Polandia dan juga EURO Indoor Hoki Club Trophy 2026 yang mempertemukan klub-klub juara Liga Eropa,” kata Revo  saat dihubungi Kamis (15/1/2026).

“Bermain di Liga Hoki Polandia dan EURO Indoor Hoki Club Trophy 2026 akan saya manfaatkan semaksimal mungkin menambah jam terbang dalam upaya memperkuat Timnas Hoki Indoor Indonesia saat tampil di event internasional ke depan,” tambahnya.

“Ya, saya akan berusaha tampil maksimal di Liga Super Hoki Polandia dan juga EURO Indoor Hocket Club Trophy 2026,” timpal Yuan, panggilan karib Yuan Jodie Hibatullah.

Liga Hoki Spanyol

Lalu, Prima Rinaldi dan Fajar Jaelani memperkuat C.D Malaga 1991 yang bermain di Liga Hoki Spanyol. “Saya bermain di Liga Hoki Spanyol. Ini suatu kebanggaan dan saya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik,” kata Prima, panggilan karibnya.

Dua pemain lainnya yakni Adi Darmawan Leksono dan Muhammad Alfiana memperkuat Bremer Hoki Club (HC) yang bermain di Liga Hoki Jerman.

“Saya senang dan bangga bisa mendapat kesempatan bermain di Liga 2 Jerman. Di sini, saya bisa menambah jam terbang dan juga mengenal berbagai karakter permainan sehingga bisa lebih baik lagi saat tampil memperkuat Timnas Hoki Indoor Indonesia ke depan,” kata Adi Darmawan Leksono yang merupakan anak buruh harian lepas.

Sebenarnya, kata Pelatih Timnas Hockey Indonesia Dhaarma Raj masih ada dua pemain lain asal Jawa Timur yakni Andrea Guntara dan Ferdian Fathur Rahman yang akan memperkuat Volkan Grup Turkey yang bermain di Liga Super Turki.

“Masih ada Andrea dan Fathur yang akan berangkat untuk bermain di Liga Super Turki. Jadi, totalnya ada delapan pemain hoki Indonesia yang direkrut klub luar,” kata Coach Dhaarma, panggilan karibnya.

“Ya, saya dan Ferdian akan memperkuat Volkan Grup Turkey di Liga Super Turki yang akan main mulai 1-6 Februari 2026 nanti. Usai mengurus kelengkapan surat-surat baru kami berangkat.” kata Adrea, panggilan karibnya saat dihubungi terpisah.

Apa yang dicapai Timnas Hoki Indonesia dan direkrutnya enam pemain di Liga Eropa dan dua pemain di Liga Super Turki tidak terlepas dari keberhasilan Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) menjalankan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak Januari 2025 dan melakukan Trainning Camp (TC) dan serangkaian uji coba di Eropa tersebut.

“Timnas Hoki Indoor Indonesia sukses mempertahankan medali emas itu tidak terlepas dari program pelatnas selama sembilan bulan dengan TC dan uji coba di Eropa. Begitu juga dengan enam pemain Indonesia bisa bermain di Liga Jerman, Liga Polandia, dan Liga Spanyol karena klub-klub di negara tersebut melihat kualitas pemain Indonesia saat melakukan uji coba di sana,” kata Sekjen PP FHI Yasser Arafat Suaidy.

Program TC dan serangkaian uji coba khusus bagi Timnas Hoki Indoor Indonesia ke Eropa tersebut, kata Yasser, panggilan karibnya. sangat bermanfaat dan mampu mendongkrak kualitas permainan.

“Timnas Hoki Indonesia memang harus TC dan melakukan serangkaian uji coba dengan klub-klub di luar negeri untuk meningkatkan prestasi. Awalnya sih, timnas kita memang dipecundangi klub-klub lokal namun seiring dengan waktu pemain mereka mampu menyesuaikan dan meningkatkan kualitas  permainan dan meraih beberapa kemenangan. Semua itu terjadi tidak terlepas dari adanya evaluasi dan perbaikan yang dilakukan Head Coach Dhaarma Raj dengan dukungan Tim Sport Science,” ungkap Yasser.

“Makanya, PP FHI bersyukur ada enam pemain yang bermain di Liga luar negeri. Karena, mereka bisa menimba pengalaman dan menambah jam terbang yang bisa berdampak terhadap peningkatan kualitas permainan Timnas Hoki Indoor Indonesia,” jelasnya. (dk/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *