JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung, mencecar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir soal kasus dugaan perlakukan tidak menyenangkan yang dialami Tim Kickboxing Indonesia di ajang SEA Games 2025 lalu.
Politisi Partai Gerindra itu pun mempertanyakan kenapa tidak ada yang menyampaikan protes kepada Tailan selaku tuan rumah terkait insiden tersebut, serta dugaan kecurangan yang dialami atlet kickboxing Indonesia. Ia mengungkapkan Tim Kickboxing Indonesia telah berkirim surat kepada Komisi X DPR RI yang berisi permohonan melakukan audiensi untuk membahas insiden yang mereka alami di SEA Games 2025 Tailan.
“Pak Menteri, perlu juga saya sampaikan dan beberapa media sudah mengupas sesuatu kejanggalan-kejanggalan yang terjadi juga di cabang olahraga kita. Misalnya di SEA Games kemarin kita melihat bahkan atletnya, pengurusnya, manajernya sudah pernah menyurat katanya di Komisi X untuk ingin audiensi dengan Komisi X,” kata La Tinro, saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menpora, Selasa (27/1/2026), sebagaimana dilansir POSKOTAONLINE.COM.
Ia lantas membeberkan perlakukan tidak menyenangkan yang dialami manajer dan atlet kickboxing Indonesia di SEA Games 2025. “Manajer yang dikirim itu Rosi (Rosi Nurasjati-red) tiba-tiba baru sampai di Tailan disuruh pulang,” beber La Tinro.
“Kemudian atletnya merasa bahwa dia tidak diberikan sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena mereka punya prinsip bahwa dicurangi,” imbuhnya.
La Tinro pun mempertanyakan kenapa tidak ada yang melakukan protes terhadap perlakuan tidak menyenangkan yang dialami manajer dan dugaan kecurangan yang terjadi pada atlet kickboxing. Padahal banyak unsur dari Indonesia yang datang ke SEA Games 2025. “Banyak yang datang. Ada tim kita di sana tidak ada yang melakukan protes untuk itu. Bahwa atlet kickboxing kita atas nama Jerni dicurangin itu melakukan protes,” tuturnya.
“Bahkan untuk pergi di hotel mereka dijaga dengan polisi, karena manajer harus pulang dalam waktu satu kali di 24 jam. Dan anehnya tidak ada seorang pun yang melakukan upaya pengurus, pelatih ataupun yang ikut dalam rombongan itu protes terhadap negara Tailan ini,” tambah La Tinro.
Ia pun meminta penjelasan dari Menpora, kenapa peristiwa yang dialami manajer dan atlet kickboxing Indonesia bisa terjadi. “Mohon ada informasi-informasi agar supaya persoalan-persoalan ini kenapa bisa terjadi,” pungkas La Tinro.
Selanjutnya dalam raker kali ini, La Tinro juga mengimbau Menpora Erick Thohir untuk segera menyelesaikan masalah dualisme yang terjadi di cabang olahraga. Serta mendorong sinergi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dengan KONI Pusat. (*/bu)







Komentar