oleh

Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen Beri Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatra Rp100 Juta

JAKARTA – Masjid Baitut Tholibin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Sumatra. Bantuan senilai Rp100 juta tersebut berasal dari pengumpulan sumbangan dari para jema’ah dan kas masjid yang belum terpakai.

“Nantinya bantuan ini kami prioritaskan untuk masyarakat pendidikan seperti perbaikan fasilitas pendidikan atau bantuan untuk para murid dan tenaga pengajar yang terdampak bencana,” kata Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Baitut Tholibin yang juga Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kelembagaan Kemendikdasmen, Didik Suhardi seusai menerima dana bantuan dari Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitut Tholibin, Mariman Darto, Selasa (12/02/2025).

Menurut Didik,  dampak bencana alam Sumatra yang terjadi sejak 25 November 2025 sangat besar bagi sektor pendidikan. Oleh karena itu para jema’ah Masjid Baitut Tholibin turut terpanggil untuk menyisihkan sebagian rejekinya bagi korban bencana.

Didik menyebut penanganan bencana mencakup tahap darurat dan pemulihan yang saling berkesinambungan. Ia menegaskan kebutuhan mendesak seperti makanan tetap menjadi kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tahap awal.

“Pada fase emergency, tentu kebutuhan mendesak terutama soal makanan telah ditangani BNPB. Namun jika masyarakat seperti jema’ah masjid turut penduli pemulihan akan lebih cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penanganan cepat sangat penting agar kondisi masyarakat tetap terjaga. Kemendikdasmen sendiri mulai mempersiapkan dukungan pada tahap pemulihan atau recovery melalui pembangunan ruang kelas sementara.

“Kami sedang mengidentifikasi berapa kebutuhan temporary classroom yang benar-benar diperlukan,” katanya.

Ruang kelas sementara diperlukan agar aktivitas anak segera pulih pascabencana. Kegiatan ringan seperti permainan dan konseling trauma juga akan dilakukan.

“Anak-anak harus kembali merasa aman dan nyaman untuk belajar,” ujarnya. Proses pemulihan emosional menjadi bagian penting sebelum pembelajaran berjalan penuh.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitut Tholibin Kemendikdasmen, Mariman Darto  menyebut pengumpulan dana untuk korban bencana ini sudah mencapai Rp100 juta. Ia menyebut dana berhasil terkumpul dalam seminggu terakhir, dan diserahkan pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemendikdasmen.

Mariman menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menekankan solidaritas, kepedulian, dan tolong-menolong sebagai bagian tanggung jawab sosial masjid.

Dana tersebut akan disalurkan untuk meringankan beban sekolah, guru, dan siswa terdampak bencana. “Mudah-mudahan ini bisa membantu meringkankan beban mereka,” tutupnya. (fs)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *