BOGOR – Fenomena Bulan yang tampak menjauh dari Bumi sering menimbulkan spekulasi tentang dampaknya terhadap iklim dan kehidupan manusia.
Namun, menurut Dosen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, hal ini merupakan proses alamiah akibat orbit Bulan yang berbentuk elips.
Dalam setiap revolusinya, Bulan memang mengalami jarak terdekat (perigee) dan terjauh (apogee) dari Bumi.
Fenomena serupa juga terjadi pada orbit Bumi terhadap Matahari, yaitu perihelion dan aphelion, dan tidak menimbulkan dampak langsung yang berbahaya.
Sonni menegaskan bahwa Bulan menjauh dari Bumi tidak berpengaruh langsung pada kehidupan manusia maupun sistem iklim. “Dampaknya baru terasa secara tidak langsung, misalnya melalui pasang surut laut yang dapat memengaruhi wilayah pesisir dan aktivitas nelayan,” paparnya, Rabu (4/2).
Untuk perubahan iklim jangka panjang, faktor yang lebih berpengaruh adalah perubahan orientasi Bumi terhadap Matahari yang dikenal sebagai Siklus Milankovitch, meliputi eksentrisitas orbit, kemiringan sumbu Bumi, dan presisi.
“Perubahan-perubahan ini berlangsung dalam skala puluhan hingga ratusan ribu tahun dan memengaruhi distribusi energi Matahari di Bumi,” jelasnya.
Selain itu, konstelasi planet dalam jangka waktu ratusan tahun juga dapat memengaruhi kondisi atmosfer dan sistem iklim secara global. (yopy/jo)







Komentar