TANGERANG – Kerasnya hidup di kota tak selalu bisa disampaikan dengan kata-kata manis. Dari sudut Kota Tangerang, musisi independen Cingdons memilih musik drill sebagai medium untuk ‘teriak’ soal realitas jalanan yang penuh tekanan.
Beat gelap dan lirik lugas jadi senjatanya menyuarakan keresahan warga urban yang kerap luput dari perhatian. Rapper bernama asli Akhmad Koharudin itu menegaskan, pilihannya pada drill bukan sekadar ikut arus tren musik global. Bagi Cingdons, genre hip hop dengan karakter agresif dan jujur ini justru paling pas untuk menyampaikan cerita hidup kota apa adanya.
“Buat gue, drill itu bahasa buat nyeritain realita yang memang keras,” ujar Cingdons saat berbincang, Rabu (7/1/2025).
Musik drill yang berakar dari Chicago Selatan kemudian ia adaptasi ke konteks lokal Indonesia. Cingdons menulis lirik berbahasa Indonesia dengan diksi jalanan yang membumi, menggambarkan tekanan hidup, kegelisahan, hingga pergulatan sehari-hari masyarakat urban. “Gue pengin orang denger lagu gue dan ngerasa itu cerita mereka juga,” katanya.
Secara musikal, karya-karya Cingdons ditandai dengan dentuman bass 808 yang tebal, tempo cepat, serta vokal tegas penuh emosi. Meski format musiknya bersifat global, identitas lokal Tangerang tetap menjadi napas utama dalam setiap rilisan.
Ketertarikan Cingdons pada rap dan hip hop tumbuh sejak kecil. Meski besar di lingkungan yang lekat dengan musik dangdut, ia justru menemukan kejujuran dalam rap. “Gue tumbuh di lingkungan dangdut, tapi dari kecil malah lebih ke rap. Pas dengar Iwa K, gue ngerasa ini musik yang jujur,” tutur pria yang akrab disapa Gendon itu.
Sebagai musisi independen, seluruh proses kreatif ia kerjakan sendiri, mulai dari penulisan lirik hingga produksi musik. Menurutnya, keterlibatan penuh di setiap tahapan penting untuk menjaga keaslian pesan. “Kalau bikin sendiri, lirik sama beat itu nyambung. Pesannya jadi lebih kena,” ujarnya.
Lirik-lirik Cingdons lahir dari pengalaman hidup sehari-hari yang ia ceritakan tanpa polesan. Ia menolak memaniskan realitas demi kenyamanan pendengar. “Gue nggak mau ngegombalin realita. Sepahit apa pun, ya gue ceritain apa adanya,” tegasnya.
Lewat platform digital seperti Spotify, iTunes, dan media sosial, Cingdons terus memperluas jangkauan pendengarnya. Ia membawa misi sederhana namun kuat: membuktikan bahwa cerita jalanan dari Kota Tangerang juga layak didengar luas. “Gue pengin nunjukin kalau suara dari sini juga punya tempat,” pungkasnya. (Imam/jo)







Komentar