KABUPATEN AGAM – Artis penyanyi Rani VE bersama Markas Besar Laskar Merah Putih (Mabes LMP) melakukan aksi kemanusiaan memberikan bantuan kepada korban bencana di wilayah Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kedatangan rombongan Rani dkk disambut dengan rasa gembira oleh para penyintas yang hingga saat ini masih banyak yang kelaparan.
Kedatangan rombongan perwakilan dari Mabes LMP yang dipimpin Waketum Bidang Sosiak dan Kesejahteraan Rani VE di Padang pada Rabu (7/1/2026) kemarin, dijemput langsung oleh Kamacab Ambaro untuk menuju lokasi pasca bencana di daerah Palembayan yang memakan waktu perjalanan antara 3,5 sampai 4 jam lamanya.
Kunjungan dari Waketum Bidang Soskesra dan rombongan ke lokasi bencana di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar, selama 3-4 hari (7-10 Januari 2026) merupakan wujud nyata dan kesungguhan dari Mabes LMP yang peduli terhadap bencana banjir bandang Sumatra, khususnya di wilayah Sumbar.
“Kunjungan kami ini memang atas perintah Ketum Mabes LMP, Bapak HM Arsyad Cannu. Tujuannya untuk melihat langsung serta menyampaikan sejumlah bantuan ke warga masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Palembayan, Kabupaten Agam,” jelas Rani VE dalam keterangan kepada media dari lokasi bencana, Kamis (8/1).
Agenda Waketum Soskesra, selain melihat kondisi dampak bencana terhadap masyarakat, juga memberikan bantuan Paket Sarung dan Mukena serta ditambah uang tunai Rp 50.000/rumah. Termasuk bantuan dana tunai Rp 30 juta untuk pembangunan awal mushala di desa Padang Landua Jorong, Kampung Tengah Barat. Mabes LMP juga memberi bantuan delapan unit lampu solar sell (tenaga matahari) untuk penerangan jalan yang pada malam hari masih gelap gulita.
Dikatakan Rani VE penyanyi yang pernah hits lewat single ‘Masih Ada’, keseluruhan donasi datang dari Ketum Mabes LMP HM Arsyad Cannu, Badan Pengurus Mabes LMP, juga donasi dari para Ketua Mada seluruh Indonesia. Tak lupa ada juga dari penggalangan dana kalangan artis/selebritis saat menggelar acara ‘Donasi Untuk Sumatra’ pada 23 Desember 2025 lalu di Jakarta.

Sedangkan Komandan Posko LMP di Palembayan, Kabupaten Agam (Sumbar) Abu Hanifah mengatakan bahwa kedatangan Waketum Soskesra yang mewakili Mabes LMP ke Posko LMP Peduli merupakan penyemangat dan support terhadap kegiatan di lokasi bencana. “Sebenarnya Posko LMP Peduli malah sudah hadir 3 hari setelah kejadian bencana banjir bandang dan tanah longsor di Palembayan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis 27 Nopember 2026 lalu,” jelas Abu Hanifah.
Kembali diungkapkan Rani VE, dirinya merasa lebih tersentuh dengan datang ke lokasi bencana, apalagi bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Meski harus menempuh perjalanan dari Padang menuju Posko LMP Peduli ke lokasi bencana memakan waktu antara 3,5 – 4 jam. Jadi, sangat melelahkan, tapi demi aksi kemanusiaan, kelelahan itu terbayar,” bebernya.
Menurut dia begitu banyak bangunan rumah hilang dan tinggal puing-puing saja serta tidak layak pakai. Selain itu di sebuah desa Padang Landua yang akses jalan dan jembatan terputus tidak memiliki rumah ibadah masjid dan mushala.
“Karena tak lama lagi mau memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Laskar Merah Putih melalui Komandan Posko menginisiasi pembangunan sebuah mushala di desa yang memiliki 65 KK. Alasan pembangunan mushala, karena akses jalan yang terputus. Begitu pun jembatan hanya titian dari bambu dan berjalan di atas lumpur sejauh 150 meter, jelas mengundang kekhawatiran tersendiri,” terang Rani VI tentang rencana pembangunan rumah ibadah yang akan diberi nama Mushala An-Nur Laskar Merah Putih. (jo)







Komentar