oleh

Pria Berkaos Hitam yang Dibentak Panji Gumilang di Video Bukan Polisi

POSKOTA.CO-Viral video demo di Ponpes AL-Zaytun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria berkaus hitam dibentak Panji Gumilang, salah seorang pengurus Ponpes Al-Zaytun Indramayu.

Pria ini awalnya dinarasikan sebagai polisi berpakaian preman. Namun hasil penyilidikan, ia ternyata pegawai negeri sipil (PNS).

Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri  Siregar menjelaskan, bahwa pria yang dibentak, bukan anggota Polri.

“Perlu saya tegaskan bahwa orang tersebut bukanlah anggota Polri. Sekali lagi, orang tersebut bukan anggota Polri, melainkan PNS dari Bakesbangpol berdasarkan pemeriksaan awal anggota kami pada saat di lokasi hari Sabtu 17 Juni 2023,” ujar AKBP Fahri.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi Sigiro yang melakukan penyelidikan bersama Satuan Reskrim Polda Jabar mengatakan, pria yang menggunakan pakaian berwarna hitam itu, bukan anggota Polri.

“Dia seorang PNS dari kesatuan Bakesbangpol. Pada saat aksi demo massa pada hari Kamis 15 Juni 2023, pimpinan Ponpes Al-Zaytun. Panji Gumilang membentak dan menanyakan asal-usul pria berkaus hitam,” kata AKP Sigiro Minggu (18/6/2023) malam.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat salah seorang sekuriti Al-Zaytun tengah meminta bantuan kepada anggota Polres Indramayu yang mengamankan aksi unjuk rasa.

Kepada polisi, pihak Al-Zaytun mengatakan ada sekitar empat orang yang bertindak mencurigakan.

Security Ponpes lalu meminta bantuan kepada anggota Polres Indramayu hingga akhirnya di lakukan pendekatan terhadap yang bersangkutan.

Saat diberikan beberapa pertanyaan tentang identitas mereka, akan tetapi tidak ada respon baik dari mereka bahkan memberikan jawaban berbelit – belit, tidak koperatif dan mengaku sebagai wartawan.

Bahkan ada juga yang mengaku anggota PNS dari Bakesbangpol. Tak berselang lama dari kejadian itu, Panji Gumilang datang dan menanyai para pria itu dengan nada yang tinggi seperti dalam video yang viral.

Panji dalam vidio tersebut meminta orang orang tersebut meninggalkan lokasi Al-Zaytun.

Selanjutnya anggota Polres Indramayu langsung mengamankan keempat orang tersebut dan membawa keluar guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasat Reskrim Polres Bogor meninta masyarakat serta para wartawan, untuk tidak terprovokasi dengan pemberitaan yang memang belum dinyatakan kebenarannya. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *