JAKARTA–Masih ingat kasus kematian ibu dan dua anaknya di Warakas, Jakarta Utara akibat keracunan makanan. Ternyata wanita itu dibunuh oleh anaknya sendiri berinisial ASJ (22) dengan cara diracun.
Alasan ASJ tega menghabisi nyawa ibu dan dua saudara kandungnya kerena ia diperlakuan berbeda dengan korban serta sering dimarahi. Agar niat jahatnya tidak tercium polisi, ASJ mencampurkan racun ke dalam makanan kemudian dimakan bersama sama, termasuk ASJ sendiri.
Namun ASJ hanya makan sedikit dengan tujuan mengelabui polisi sehingga ia selamat dari jeratan hukum serta selamat dari maut. Sedangkan ibu dan dua saudaranya merenggang nyawa setelah mengkonsumsi nasi yang dicampur racun.
Pembunuhan sadis yang sudah dirancang secara matang oleh ASJ akhirnya berhasil diungkap penyidik Satreskrim Polres Jakarta Utara. “Pelaku dijerat pasal tindak pidana pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal 20 tahun,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar kepada awak media di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Peristiwa tragis yang merenggut tiga nyawa itu terjadi di rumah kontrakan mereka Jalan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 2 Januari 2026.
Dijelaskaskan AKBP Onkoseno, pada 2 Januari 2026 pihaknya mendapatkan informasi tiga orang yang diduga meninggal dunia akibat keracunan. Tim penyidik langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tersebut.
Mayat ketiga korban dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diotopsi. Di TKP, penyidik menemukan ASJ dalam keadaan mulut berbusa dan segera membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan jiwa.
Pada 4 Februari 2026, berdasarkan hasil pemeriksaan dari Puslabfor, dokter dan juga bukti toksikologi serta hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pengamatan terhadap sejumlah barang bukti lainnya, ASJ ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam pemeriksaan, ASJ mengaku sengaja meracun ketiga korban dengan motif dendam kepada keluarganya. “Tersangka merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya,” ungkap AKBP Onkoseno.
Korban meninggal dunia, yakni anak laki-laki berinisial AAB (13), perempuan berinisial SS (50) dan perempuan berinisial AAL (27).(Omi/fs)







Komentar