POSKOTA.CO–Kehadiran pengacara keluarga almarhum Brigadir Yosua alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak secara mendadak menghebohkan masyarakat yang berada di sekitar PT Kiyad Industry, Jumat (23/9/2020). Sontak masyarakat berkumpul ingin mengetahui kedatangan pengacara Kamarudin Simanjuntak di areal yang terbilang padat penduduk itu.
Kamarudin Simanjuntak, tampak mondar-mandir di depan perusahaan industri kayu yang berlokasi di Jalan Medan Namorambe Pasar V, Km 8,5 Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Usut punya usut, ternyata Kamarudin Simanjuntak tidak sedang melakukan pengembangan kasus Alm Brigadir J, namun dia sebagai kuasa hukum dari pelapor Janny Iskandar, Komisaris PT Kiyad Industry bersama Yasim, selaku direktur dan pemegang saham di perusahaan tersebut.
Kedatangan pengacara kondang ini ternyata tidak mendapat respon baik dari pihak terlapor yang diduga menguasai perusahaan PT Kiyad Industry dengan cara melanggar hukum. Kamarudin yang didampingi rekannya pengacara Poltak Silitonga dan pelapor Janny Iskandar selaku Komisaris dan Yasim. Kedatangan mereka sempat berdebat dengan petugas satpam perusahaan karena tidak memperbolehkan masuk.
Kuat dugaan, petugas satpam dan staff-staff perusahaan bekerja sama untuk melakukan persekongkolan jahat. Padahal aparat penegak hukum dengan membawa surat tugas resmi telah hadir ke lokasi untuk bersiap melakukan penyidikan dan olah TKP, tetapi tetap tidak diizinkan untuk memasuki areal perusahaan.
“Saya heran dengan negara ini. Ada seorang pemilik saham perusahaan yang notabene tertera dalam akta notaris sebagai Komisaris dan Direktur yang memiliki 50% saham tidak diperbolehkan masuk oleh satpam perusahaan karena perintah personalia. Ada apa ini?,” kata pengacara Kamaruddin kepada awak media, Sabtu (25/9/2022).
Ditegaskan Kamarudin Simanjutak, hampir dua tahun lamanya pelapor tidak diperbolehkan masuk untuk melihat kondisi perusahaan. “Kita minta kepastian hukum melalui laporan pengaduan yang telah dibuat sekitar satu tahun delapan bulan di Polda Sumut, yang disinyalir telah masuk angin,” ujar Kamaruddin.
Keganjalan dalam kasus yang dialami pelapor Janny Iskandar, menjadi perhatian Kamarudin Simanjutak untuk menanganinya demi tegaknya keadilan dan kepastian hukum. Untuk memastikan kliennya agar bisa masuk, Kamarudin sempat bernegoisasi dengan petugas keamanan perusahaan. Namun tetap tidak diindahkan sehingga Kamarudin berargumen soal hukum dengan perwakilan perusahaan dari balik pintu besi.
Tak berselang lama datang mobil Inafis Polda Sumut untuk melakukan olah TKP sekaligus melakukan police line sebagai objek sengketa. Namun, kehadiran petugas juga tidak diindahkan dan tetap pintu gerbang lebih kurang 10 meter bercat hijau tidak dibukakan.
Negosiasi petugas kepolisian juga dilakukan kepada petugas dan pegawai perusahaan PT Kiyad Industry. Setelah ada kesepakatan sekitar jam 13.30 WIB diperbolehkan masuk. Sesuai waktu yang dijanjikan, ternyata Kamarudin Simanjutak beserta klien dan juga petugas Inafis Polda Sumut tidak diperbolehkan masuk ke areal perusahaan PT Kiyad Industry.
Tidak berselang lama kuasa hukum PT Kiyad Industry, Iqbal Sinaga muncul. Sebelumnya terjadi diskusi hukum antara pengacara pelapor dan terlapor. Sempat terjadi debat kusir di pinggir jalan tepatnya depan perusahaan antara Kamarudin Simanjuntak dan Iqbal Sinaga dalam sengketa PT Kiyad Industry yang kini sedang ditangani Polda Sumut yang sudah masuk di tahap penyidikan.
“Saya sebagai kuasa hukum perusahaan tidak memperbolehkan kuasa hukum dan pelapor masuk ke areal perusahaan. Hanya memperboleh petugas kepolisian bila bersedia,” ujar Iqbal sebagaimana ditiru Kamaruddin.
Perdebatan antara Kamarudin Simanjuntak dan Iqbal Sinaga memanas di depan perusahaan PT Kiyad Industry yang mengundang banyak perhatian dan bahkan sempat memperlambat laju lintas. Kamaruddin Simanjuntak mengatakan sore hari ini juga akan membuat laporan pengaduan bersama kliennya ke Polda Sumut atas dugaan pemalsuan dokumen perjanjian pinjam pakai dan pemalsuan tandatangan yang sebelumnya ditunjukan oleh kuasa hukum PT Kiyad Industry.(Omi)







Komentar