oleh

Pembina Irma Sinurat Bangga, Peragaan Batik Tulis Karya Emak-Emak Rusun Marunda Pukau Pengunjung Fashion Nation XIX di Sensi

JAKARTA – Peragaan adibusana “batik tulis’ buah karya Perajin Batik Marunda berhasil memukau ratusan pengunjung Fashion Nation XIX Edition. Peragaan busana yang dibawakan sejumlah anggota Ikatan Keluarga Abang-None Jakarta tampak begitu elegan apalagi berlangsung di ruang megah Main Atrium Senayan City (Sensi), Jakarta Pusat.

Kain batik yang dipadukan dengan tenun batik yang dikerjakan secara detail lewat tangan emak-emak warga Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, terkesan mewah dan modis ketika diperagakan alumni Abnon Jakarta dan komunitas pecinta adibusana. Para emak warga rusun, meski hanya bekerja membatik di rumah namun bisa menghasilkan aneka jenis busana yang elok, seperti kebaya, gaun, kemeja, selendang, jaket, dan lainnya.

Fashion Nation XIX Edition merupakan pameran busana yang digelar dari tanggal 19 sampai 27 September 2025 oleh Senayan City dalam rangkaian merayakan HUT ke-19 Senayan City. Adapun even yang digelar pada Selasa (23/9) sore itu giliran menampilkan Batik Marunda yang dikemas dalam tajuk ‘Setaman Jakarta’. Dalam rangka memberdayakan kaum perempuan, acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (PPPAI) Veronica Tan.

Ketua Pembina Perajin Batik Marunda, Irma Gamal Sinurat menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir dan turut menyaksikan fashion show tersebut. “Semua busana yang diperagakan oleh Abnon, sejumlah sanggar, maupun peragawati profesional dan senior merupakan hasil karya binaan kami warga Rusunawa Marunda. Meski mereka cuma bekerja di rumah, namun hasilnya sangat bagus,” ujar Irma Sinurat.

Adapun corak busana yang ditampilkan terinspirasi dari keindahan flora dan fauna, seperti motif-motif bunga-bunga, tanaman, burung elang bondol, dan lainnya. “Kami bangga melihat respon para hadirin saat menyaksikan penampilan Batik Marunda bertajuk Setaman Jakarta selama satu jam penuh. Melalui pameran yang berlangsung sukses ini, semoga banyak orang yang peduli membantu perajin mengembangkan usahanya,” harap Irma yang merupakan istri Gamal Sinurat, mantan pejabat eselon dua Pemprov DKI Jakarta era Gubernur Jokowi.

Sekilas tentang Batik Marunda ini mulai berkiprah pada tahun 2015 di era Gubernur DKI Ahok. Para emak-emak warga Rusunawa Marunda yang sebelumnya hanya berstatus sebagai ibu rumah tangga, namun mereka menjadi kaum produktif setelah dibina Pemprov DKI Jakarta cara membuat batik tulis. Keistimewaan Batik Marunda diproduksi secara manual sehingga memiliki nilai seni yang tinggi dan sensasi tersendiri. Apalagi pada proses pembatikan dengan tangan menggunakan canting khusus sehingga punya ciri khas yang kuat. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *