JAKARTA – ENTREV mendorong penguatan ekosistem pengisian daya Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) seiring pertumbuhan pasarnya di dalam negeri. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, pangsa pasar mobil listrik/battery electric vehicle (BEV) telah menyentuh angka 9,8% pasar mobil nasional.
Lebih rinci, data Gaikindo membeberkan penjualan mobil listrik dalam periode Januari–September 2025 telah mencapai 55.225 unit, sementara total pasar mobil nasional adalah 561.819 unit. Melihat tren dalam rentang waktu tersebut, pihak Gaikindo memperkirakan pangsa pasar mobil listrik akan menyentuh angka 10% pada bulan November ini.
National Project Manager ENTREV, Nasrullah “Eriell” Salim menyambut baik meningkatnya minat masyarakat untuk membeli mobil listrik. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen mendorong para pemangku kepentingan terkait untuk membangun infrastruktur pendukung yang memadai.
“Infrastruktur menjadi kunci penting adopsi KBLBB di masyarakat. Termasuk di antaranya adalah ketersediaan charging station yang cukup dan gampang diakses para pengguna mobil listrik,” paparnya dalam EVCharge Live Indonesia 2025, Tangerang (7/11).
Dalam forum yang menghadirkan para pemangku kepentingan terkait pengisian daya KBLBB tersebut, Eriell menekankan peran penting para pelaku usaha dalam pengembangan infrastruktur. Dalam hal ini, ENTREV juga telah mendampingi pemerintah merancang berbagai regulasi agar pelaku usaha dapat masuk dalam lini bisnis pengisian daya KBLBB.
Salah satunya melalui PP 28/2025, di mana Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTLU) Khusus SPKLU (KBLI 35114) kini dimasukkan dalam kategori risiko menengah rendah, sehingga dapat terbit otomatis melalui sistem Online Single Submission (OSS). Selain itu, ada juga keringanan biaya perizinan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Permen ESDM 1/2023 serta diskon tarif untuk pengisian daya di waktu tertentu dari PLN.
“Saat ini jumlah charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ada sekitar 4.400 unit. Jumlah ini akan terus bertambah, dengan berbagai upaya yang telah dijalankan, harapan kami kebutuhan pengisian daya pengguna KBLBB dapat tercukupi,” pungkas Eriell. (mk)







Komentar