KUNINGAN-Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Galuh Pakuan Desa Cikandang, Luragung, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, menargetkan pada 2026 sekarang dari unit usaha penggemukan sapi, bisa mulai memetik keuntungan. Angka target yang dipasang lembaga ini sebesar 10,43 % dari modal keseluruhan.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Bumdes Galuh Pakuan Cikandang, M Muhtarom, saat dikonfirmasi POSKOTAONLINE.COM, melalui sambungan WhatsApp (WA), Jum’at (23/1/2026).
Dia mengatakan, hal itulah yang dijelaskan pihaknya dalam laporan tahunan dan penyampaian pertanggungjawaban pengelolaan bumdes tersebut untuk tahun buku 2025, pada agenda musyawarah desa (musdes) yang digelar BPD setempat belum lama ini.
Menurutnya, untuk tahun 2025, pemberdayaan bumdes program ketahanan pangan yang diwujudkan melalui kegiatan penggemukan ternak sapi, belum bisa memetik keuntungan.
“Ada rentang waktu yang harus cukup dilalui pihaknya dalam mengurus pengembangan penggemukan sapi ini,”terangnya.
Sementara itu, dalam agenda musdes LPJ Bumdes Galuh Pakuan Cikandang yang digelar lembaga BPD, pada Rabu (21/1/2025) lalu dibuka langsung Kepala Desa Cikandang, Didi Tarsadi.
“Pemerintah desa menyampaikan ucapan terima kasih kepada pelaksana operasional Bumdes Galuh Pakuan yang sampai saat ini terus konsen menjalankan kegiatan penggemukan sapi, sebagai manifestasi program ketahanan pangan,”ujarnya.
Kades Didi berharap, sesuai target yang dikemukakan Direktur Bumdes, pada tahun 2026 ini lembaga tersebut mulai dapat memetik keuntungan.
“Pemdes sendiri tentu akan menerima suntikan dana dari Bumdes sebagai hasil pendapatan asli desa (PADes), jika target itu terwujud,”ucapnya berharap.
Sehubungan itu sambungnya, selaku kepala desa mengajak agar semua komponen yang ada memberikan dukungan terhadap kegiatan bumdes, karena bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengawas Bumdes Galuh Pakuan Cikandang, Dedi Lukanda, S.Sos., menyarankan agar pihak Bumdes dapat mencari investor yang bisa bekerja sama untuk mempercepat memetik keuntungan.
“Sekarang karena merupakan tahap awal tentu Bumdes ini banyak memerlukan modal,”ujarnya memaklumi. (Cep/fs).







Komentar