oleh

Apresiasi Prestasi, Eka Putra Wirya Gelar Syukuran Pernikahan Pecatur Irene Kharisma-Eric Rosen

JAKARTA – Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya menghadiri acara syukuran pernikahan pecatur putri Indonesia, Irene Kharisma Sukandar, dengan IM Eric Rosen yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan pada Senin (9/2/2026), di Cafe Tutur-Checkmate Area, Bekasi.

Hadir di acara syukuran mantan Ketum PB Percasi Edi Widianto, Ketua Umum Yayasan BPK Penabur Adri Lazuardi, pengamat yang Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem, dan beberapa atlet catur nasional serta penggemar catur dari berbagai kalangan.

Eka menilai, momen tersebut bukan sekadar perayaan pernikahan, tetapi juga ajang silaturahmi insan catur Tanah Air. “Ini tentu kebahagiaan bagi kita semua,” kata Eka memberikan sambutan.

“Kita bisa berkumpul bersama, para pecatur, pembina, dan penggemar catur. Pernikahan ini menjadi ungkapan rasa syukur, harapannya membawa kebahagiaan bagi semua,” sambung Eka.

Dalam kesempatan itu, Eka juga menyinggung perjalanan karier Grandmaster Indonesia Irene yang kini menetap dan berkiprah di Amerika Serikat. Ia optimistis keberadaan Irene di luar negeri justru membawa dampak positif bagi pembinaan catur di Tanah Air.

“Saya rasa pembinaan kita tetap berjalan. Pelatnas junior juga berjalan dengan baik. Ini bagian dari regenerasi. Sekarang kita lihat banyak pecatur cilik mulai menunjukkan prestasi yang membanggakan,” jelasnya.

Eka menyebut, Irene sebagai sosok bersejarah bagi Indonesia karena menjadi grandmaster wanita pertama Tanah Air. Menurutnya, perjalanan karier Irene penuh perjuangan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda. “Perjalanannya sangat panjang,” ucap Eka.

“Prestasi-prestasi hebatnya tercatat jelas. Yang saya lihat, Irene ini salah pecatur yang sangat berani. Ke mana pun dia pergi, dia berani sendiri sehingga tidak ada hambatan. Hal ini yang sering menjadi tantangan bagi pemain kita ketika ke luar negeri,” katanya.

Eka menambahkan, selain itu kemampuan Irene beradaptasi dan berkomunikasi dengan pecatur papan atas dunia menjadi nilai lebih. Saat ini, Irene juga terlibat dalam aktivitas catur di St. Louis, Amerika Serikat, yang dikenal sebagai pusat catur dunia.

“Di St. Louis itu semua pemain top dunia ada. Tentu keberadaan Irene di sana memberi manfaat juga bagi Indonesia,” ujar Eka.

Meski tinggal di luar negeri, Eka menegaskan, Irene tetap membawa dan membela nama Indonesia. “Dia tetap membela Merah Putih,” kata Eka.

“Walaupun tinggal di sana, dia tidak akan kehilangan momentum. Dia terus berlatih dan berkembang,” tegasnya.

Eka berharap ke depan akan muncul pecatur-pecatur lain yang bisa mengikuti jejak Irene. Menurutnya, proses pembinaan membutuhkan waktu dan konsistensi. “Banyak pemain muda kita yang sekarang sedang kita kembangkan,” tutur Eka.

“Beberapa bahkan berlatih tanpa didampingi orang tua karena berasal dari daerah. Ini semua adalah aset masa depan,” katanya.

Menutup pernyataannya, Eka juga menilai, perkembangan catur putri Indonesia saat ini berada di jalur yang positif. “Bagus. Ada beberapa pecatur putri hebat seperti Vero, Hilary, dan Kalakareta. Semua sedang dibina. Seiring waktu, hasilnya akan terlihat,” terang Eka.

Tetap WNI
Senada dengan Eka, Irene mengatakan dirinya tetap tidak akan melepas kewarganegaraan Indonesia. “Saya masih main di PON. Karena saya tidak akan melepas kewarganegaraan Indonesia,” celetuk Irene dengan nada canda.

Irene dan Eric sejauh ini sama menyandang gelar Internasional Master (IM). Dari catur mereka dipertemukan sebelum sepakat melangkah untuk menikah.

Tak ayal, di syukuran kali ini pun keduanya melakoni catur cepat untuk memamerkan kepiawaian mereka kepada tamu undangan. Irene mampu mencatat kemenangan waktu satu detik atas suaminya Eric.

“Terima kasih untuk semuanya, tidak menyangka syukuran pernikahan disungguhi acara kejuaraan. Semoga saya dan Irene menjalani bahtera rumah tangga dengan rukun dan bahagia,” jelas Eric. (*/dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *