oleh

Tes Kemampuan Akademik 2026 yang Terintegrasi dengan Asesmen Nasional Bukan untuk Pemeringkatan Sekolah Maupun Daerah

JAKARTA-Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN) bukan dimaksudkan untuk pemeringkatan sekolah maupun daerah. Hal ini disampaikan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Prof. Toni Toharudin.

“Skema pelaksanaan, TKA diperuntukkan bagi peserta didik, sementara guru tidak diwajibkan mengikuti tes. Meski demikian peran guru tetap strategis melalui Survei Lingkungan Belajar sebagai bagian dari Asesmen Nasional. ,” kata Prof. Toni di sela-sela Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan TKA 2026 yang digelar di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Selasa malam (27/01/2026).

“Guru tidak mengikuti TKA, tetapi tetap terlibat melalui survei lingkungan belajar. Semua data ini akan terintegrasi untuk memberikan gambaran utuh kualitas pendidikan,” ujarnya.

Integrasi TKA dan AN diharapkan mampu menyajikan potret menyeluruh kondisi pendidikan nasional, mulai dari capaian akademik siswa hingga ekosistem pembelajaran di sekolah.

Prof. Toni menekankan bahwa hasil TKA tidak dimaksudkan sebagai alat seleksi atau penilaian akhir, melainkan sebagai instrumen diagnostik untuk perbaikan berkelanjutan.

“Jika hasil TKA menunjukkan capaian yang belum optimal, itu justru menjadi sinyal bagi kami untuk memperbaiki proses pembelajaran, pelatihan guru, dan perubahan paradigma pendidikan. Hasil baik atau kurang baik tetap sama-sama penting,” tekannya.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang menempatkan asesmen sebagai sarana refleksi, bukan penghukuman.

Hasil TKA Dapat Diakses Masyarakat

Terkait transparansi, BSKAP akan menampilkan hasil TKA melalui dashboard resmi pemerintah yang dapat diakses masyarakat. Data disajikan berdasarkan wilayah hingga tingkat provinsi.

“Data per wilayah bisa dilihat, tapi bukan untuk tujuan pemeringkatan. Itu hanya untuk pemetaan dan perbaikan mutu pendidikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemetaan wilayah ini penting untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Untuk memastikan kenyamanan peserta didik, BSKAP juga telah menyesuaikan durasi pengerjaan dan jumlah soal TKA, khususnya untuk jenjang SD dan SMP, berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan sebelumnya.

“Waktu pelaksanaan dan jumlah soal sudah kami sesuaikan agar lebih proporsional dan tidak membebani peserta didik,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan TKA 2026 yang terintegrasi dengan Asesmen Nasional, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional dapat dipetakan secara komprehensif dan ditingkatkan secara berkelanjutan di seluruh Indonesia. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *