KREATIFITAS PAINTING ON T SHIRT DARI BANYUWANGI – Poskota.co

KREATIFITAS PAINTING ON T SHIRT DARI BANYUWANGI

13kaos2POSKOTA.CO – Sekarang ini T-Shirt dalam berbagai rupa ditawarkan kepada T-Shirt mania, dengan berbagai selling point. T- shirt memang memiliki pangsa yang besar dan luas. Penggunanya bisa orang tua, anak-anak, unisex, dan tentu saja anak muda sebagai bagian gaya hidup fashion. Karena itu bisnis T-Shirt selalu hidup, dan menggiurkan untuk digelutinya.

Dari kota Banyuwangi, ada sebuah kreasi T-shirt yang ditawarkan, meski idenya ini tidak original, namun produknya memikat hati banyak orang. Namanya Pot BWI Lukis Kaos. POT singkatan dari Painting on T Shirt.

Produknya memang kaos dengan lukis tangan. Owner-nya Yuri Subagyo, kelahiran Madiun 4 Januari 1071 ini memang bukan asli orang Using atau orang Banyuwangi, namun T-Shirt produksinya cukup dikenal di Banyuwangi.

Disamping owner, Yuri juga pelukisnya, dibantu staf tentunya. “Sebenarnya lukisan yang saya buat tidak hanya gambar penari gandrung, tapi sepertinya trade mark kaos produksi saya saat ini adalah penari gandrung. Mungkin karena yang laku atau yang banyak dipesan kebanyakan gambar penari gandrung,” tutur Yuri.

Tapi bukan berarti Pot BWI Lukis Kaos hanya dikenal di Banyuwangi dan sekitarnya. Bahkan banyak yang pesan jauh dari luar kota Banyuwangi. Karena Yuri mempromosikan kaosnya dengan media sosial yang tak kenal batas tempat.

Perjalanannya hingga seperti sekarang ini cukup panjang. Sarjana Sastra Inggris Universitas Negeri jember (UNEJ) ini sebelumnya ‘hanya’ menjadi pelukis bantal dan kerudung di sebuah café di hutan wisata Gumitir di kota Jember, namanya Café Gumitir.

Dari sana, seorang pejabat Disperindag Banyuwangi tertarik dengan produk dan ketrampilannya, lalu mengajajaknya untuk mengembangkan di kota Banyuwangi. Bahkan ia kemudian diberikan tempat di lingkungan Disperindag, untuk studio kreatifitas.

Ia pun mulai memperkenalkan karya-karyanya. Mungkin karena kemudian berada di Banyuwangi, banyak pesanan kaos bergambar penari gandrung. Gandrung memang icon seni-budaya bagi warga Banyuwangi. “ Saya sendiri, entah kenapa, suka sekali melukis penari gandrung,” jelas Yuri.

Lanjut Yuri, “Melukis di busana itu unik. Kerudung yang mulanya biasa saja, dan mungkin harganya tidak mahal, bila sudah dilukis jadi mahal, meski lukisannya tak penuh. Keurudung yang harganya hanya Rp. 20 ribu setelah dilukis bisa menjadi Rp. 40 ribu,” kata Yuri sambil tertawa.

Kini selain kerudung, bantal, kaos, Yuri juga melukis jeans belel –baik celana atau jacket, sepatu, dan tak seidkit yang melukis potret diri. Soal harga ditentukan dari tingkat kesulitan. Potret diri termasuk yang tingkat kesulitannya tinggi, karena harus persis dan ekspresif.

Ordernya kalau dihitung rata-rata perbulan, dalam dua hari ada 1 kaos yang di order. Cat yang digunakan acrylic, dan tak ada masalah, tidak bakal luntur dan awet. Perawatan pertama, kaos bisa distrika dulu, tidak pun tak ada masalah.
“Yang belum bisa membuat warna emas dan perak, tapi saya yakin ke depan akan formulanya bisa diketamukan,” jelas Yuri.

Menurut Yuri, pihaknya tidak semata-mata memikirkan komersialisasi. Secara berkala Yuri juga menggelar workshop, workshop anak-anak menurutnya, cukup membayar sekali sebagai ganti uang cat, namun jika mereka kembali datang setelah jadwal workshop, tidak akan dipungut biaya lagi.

Yuri sendiri pernah tinggal di Bali selama 3 bulan, dan melukis on the street. Dari sana banyak bule yang tertarik, dan ikut workshop. Menurutnya, orang bule suka dengan proses. Kalau mereka memesan kaos, dengan sabar mengamati proses kaos lukis yang dipesannya, dan mereka tidak mempermasalahkan harga.

“Mereka tidak menolak saya bandrol harga 2 kali lipat dari harga normal. Sebenarnya kalau berhitung soal keuntungan, melukis di Bali gede untungnya, tapi itu bukan tujuan utama saya, disamping itu keluarga saya berada di Banyuwangi, jadi saya lebih suka tinggal di Banyuwangi,” jelas Yuri.
Jika ingin pesan bisa lewat media sosial miliknya, salah satunya di facebook, dengan akun Pot BWI Lukis Kaos, atau telpon langsung ke 082257989950. (DJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Fraksi Demokrat DPRD Maluku meminta KPU setempat menunjukan surat Fatwa Makamah Konstitusi yang menyatakan bahwa Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menetapkan inkrah. Dan itu tidak ada pengaruh terhadap hasil sengketa Perselisihan Hasil Pilkada Ulang (PHPU) Maluku putaran kedua pada 14 Desember 2013. "Kalau sudah tidak ada pengaruhnya maka perlu didorong secepatnya menerbitkan Surat Keputusan (SK) pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih," kata Wakil Ketua F-Demokrat DPRD Maluku, Melky Frans di Ambon, Rabu. KPU DIKALAHKAN Menurut dia, proses persidangan di MK itu mengadili hasil sengketa PHPU bukan sengketa administratif yang secara hukum, KPU Maluku sudah dikalahkan melalui putusan PTUN yang membatalkan SK KPU Maluku No.16/Kpts/KPU - PROV -028/IV/2013 tertanggal 24 April 2013. "Fraksi Demokrat DPRD Maluku juga mendorong KPU setempat segera diberhentikan, karena sudah purna bhakti. Sebab dengan menyerahkan surat usulan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada 3 Februari 2014 dan DPRD sudah menindaklanjuti ke Menteri Dalam Negeri, maka KPU harus meletakan jabatannya," kata Melky. RAPIM Ia menjelaskan, bahwa pada 5 Februari 2014 DPRD Maluku melakukan rapat pimpinan terbatas dan hasilnya empat fraksi secara lisan memberikan dukungan sedangkan dua fraksi belum memberikan dukungan, karena perlu meminta KPU setempat memberikan penjelasan hukum secara jelas, terkait keputusan lembaga peradilan PTUN inkrah. "Fraksi Demokrat tidak setuju terhadap surat usulan KPU Maluku untuk proses pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih, karena kita tidak mau proses pelantikan dipaksakan jalan dan beberapa waktu kemudian timbul persoalan baru, maka yang rugi adalah, kandidat, rakyat dan daerah," ucapnya. "Sekali lagi kami belum memberikan persetujuan karena perlu membutuhkan sebuah penjelasan hukum yang jelas dari KPU dan MA tentang Keputusan PTUN yang menetapkan inkrah mengalahkan KPUD atas pasangan cagub-cawagub Jecky-Adam," katanya. Ia menambahkan, ada enam fraksi di DPRD dalam membuat keputusan secara kolektif kolegial dan ketika ada empat fraksi yang menyatakan surat usulan KPU itu perlu ditindaklanjuti maka wajib disampaikan ke Mendagri sebab ini keputusan bersama DPRD. BELUM TERIMA Tetapi dalam prosesnya ada dua fraksi yang menyatakan belum menerima karena masih butuh penjelasan yang jelas dan jujur tentang Keputusan PTUN inkrah dan sudah ada surat perintah untuk eksekusi keputusan itu. "Mestinya sejak awal harus memberikan penjelasan kepada rakyat bahwa tidak ada permasalahan lagi, itu berarti kita semua mendorong SK diterbitkan untuk segera sidang paripurna pelantikan. Jangan menuding Fraksi Demokrat yang mengganjal, saya mau katakan tidak ada yang mengganjal Pak Said Assagaff-Zeth Sahuburua (Setia), karena kita butuh pemimpin yang definitif," kata Melky. antara