KALAU ADA ORKES, SEMERU KELUAR WEDUS GEMBEL – Poskota.co
Wednesday, September 20

KALAU ADA ORKES, SEMERU KELUAR WEDUS GEMBEL

15semeruPOSKOTA.CO – Gunung Semeru menyemburkan abu vulkanik cukup besar. Warga Lumajang geger, karena sempat keluar asap menyerupai wedus gembel (kambing jawa), Sabtu(13/2). Mitos yang beredar di warga Sumberurip Kecamatan Pronojiwo bahwa Semeru akan murka jika warga sekitar melakukan aktifitas kemaksiatan.

“Selama dua hari Sumberurip diguyur hujan dan sebelum kejadian semburan abu vulkanik malam harinya ada orkes,” ujar Ita salah seorang warga Sumberurip yang kini menetap di Lumajang, Minggu (14/02/2016).

Sejak dulu, warga Sumberurip meyakini jika ada acara seperti orkes atau tayuban maka gunung Semeru akan bereaksi. kadang reaksinya hanya menyemburkan abu vulkanik kecil atau mengeluarkan suara gemuruh yang cukup menakutkan.

“Ini sudah menjadi mitos dan sudah sering terjadi jika ada orkes atau kegiatan yang mengarah kepada kemaksiatan pasti Semeru akan bereaksi,” jelasnya.

Saat ini aktifitas warga Sumberurip tidak terganggu dengan kejadian semburan abu vulkanik. Warga masih belum merasa aktifitas gunung Semeru tidak berbahaya dan tidak mengganggu kegiatan warga sekitar. “Aktifitas warga tidak terganggu mas, saya ngecek ke keluarga di Sumberurip” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)