TERLALU BANYAK DUDUK BERDAMPAK PADA KEMATIAN DINI – Poskota.co

TERLALU BANYAK DUDUK BERDAMPAK PADA KEMATIAN DINI

POSKOTA.CO – Kita sudah sering mendengar bahwa makin jarang bergerak Anda, makin besar berdampak pada kematian dini. Tentu kita tak mau hidup yang indah ini harus cepat berakhir hanya gara-gara kurang bergerak.

Tetapi, masalahnya bukan hanya seberapa banyak yang kita habiskan untuk duduk, melainkan juga seberapa efisien atau tidak efisien kita membakar kalori.

Dalam sebuah studi yang dimuat dalam American Journal of Preventive Medicine , para peneliti menunjukkan bahwa berkurangnya waktu duduk akan memperpanjang usia.

Dari sebanyak 93.000 wanita usia menopause yang terlibat dalam studi ini, mereka yang duduk lebih dari 11 jam setiap hari memiliki risiko kematian dini 12 persen dibandingkan dengan wanita yang hidupnya aktif.

Secara spesifik, mereka yang jarang bergerak (sedentari) berpotensi meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, jantung koroner dan kanker.

Sebenarnya, mengapa terlalu banyak duduk bisa menyebabkan efek yang begitu buruk? Riset menunjukkan, duduk dalam waktu lama akan mematikan sistem metabolisme yang juga mematikan molekul yang disebut lipoprotein lipase (LPL) yang sebenarnya bekerja untuk menggunakan lemak sebagai energi.

Jika Anda sehari-harinya stuck di belakang meja, mulailah untuk memperbanyak waktu bergerak. Perkantoran di negara maju saat ini mulai menggunakan meja kerja berdiri.

Jika tidak memungkinkan, mulailah untuk lebih banyak berjalan-jalan di sekitar kantor. Lupakan kebiasaan makan di meja kerja, tetapi manfaatkan waktu istirahat siang untuk berjalan kaki ke kantin yang agak jauh. Sesekali coba naik tangga ketimbang lift, atau hampiri rekan kerja di departemen sebelah ketimbang meneleponnya.

Menurut siaran pers, peneliti melihat data yang dikumpulkan dari 54 negara antara 2002 dan 2011. Mereka menemukan, lebih dari 60 persen dari populasi dunia, duduk lebih dari tiga jam per hari, dengan rata-rata sekitar 4,7 jam per hari.

Jumlah tertinggi kematian akibat duduk lama terjadi di wilayah Pasifik Barat dan sebagian Eropa. Lebanon dan Belanda menempati puncak sebagai negara dengan kematian terbanyak akibat duduk lama, sementara Meksiko dan Myanmar memiliki kematian terkait duduk lama paling sedikit.

Para peneliti menemukan, mengurangi duduk dapat meningkatkan harapan hidup secara keseluruhan, sementara mengurangi duduk selama dua jam per hari dapat menurunkan angka kematian individu sebesar 2,4 persen. Bahkan, duduk selama satu jam atau kurang per hari dapat memiliki dampak sangat positif pada risiko kematian.

“Hal ini penting untuk meminimalkan perilaku kurang aktif demi mencegah kematian dini di seluruh dunia,” kata penulis utama studi tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)