JANGAN TUNDA PERIKSA, HEPATITIS B PADA BUMIL BISA MENULAR KE JANIN – Poskota.co
Wednesday, September 20

JANGAN TUNDA PERIKSA, HEPATITIS B PADA BUMIL BISA MENULAR KE JANIN

POSKOTA.CO – Ketakutan terbesar seorang wanita yang sedang hamil adalah terserang penyakit dan menularkannya pada buah hati. Salah satu penyakit yang sering menghantui adalah hepatitis B. Benarkah hepatitis B dapat ditularkan ibu kepada janinnya?

Menurut dr Khanisyah Erza Gumilar SpOG, penularan ke janin bisa saja terjadi pada ibu hamil (bumil) yang terkena hepatitis B. Penularan ini dikatakan juga terjadi pada 90 persen wanita hamil dengan HBeAg positif. HBeAg adalah singkatan dari Hepatitis-B envelope Antigen, yang menunjukkan ada atau tidaknya keadaan yang infeksius.

“Jika HBeAg sudah positif, idealnya diperiksa kembali HBV DNA-nya. Dilihat seberapa banyak virusnya. Sayangnya di lapangan pemeriksaan ini masih terpentok dana, cek HBV DNA masih belum ditanggung BPJS Kesehatan,” ungkap dokter spesialis kebidanan dan kandungan divisi fetomaternal RSU Dr Soetomo Surabaya dan RS Pendidikan Universitas Airlangga ini.

Selain itu, penularan ke janin juga terjadi pada 90 persen wanita hamil trimester 3 dengan infeksi hepatitis B akut. Kondisi hepatitis B akut biasanya muncul dengan beberapa gejala khas seperti demam, hilang nafsu makan, mual dan kulit menguning. “Yang jelas risiko penularan ke janin amat besar pada kehamilan dengan hepatitis B,” imbuh dokter yang akrab disapa dr Erza ini.

Jika bayi sudah telanjur tertular dengan hepatitis B sejak dalam kandungan, maka akan tetap diberikan vaksin hepatitis B. Namun memang, menurut dr Erza, proses perubahan infeksi menjadi kronis pada bayi, balita dan anak-anak di bawah lima tahun lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa.

Vaksin Hepatitis B Penting
Sebelumnya dr Irsan Hasan SpPD, KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) juga pernah menuturkan, bayi baru lahir sangat penting untuk mendapatkan vaksin hepatitis B. “Bila ibu mengalami hepatitis B, maka anak harus diberikan vaksin sebelum 12 jam setelah dilahirkan. Maka dari itu, ibu harus tahu kondisinya saat hamil,” ungkap dr Irsan.

Virus hepatitis B 10 kali lipat lebih menular dari virus hepatitis C. Karena itu, prevalensi hepatitis B di masyarakat lebih banyak dari hepatitis C. Untuk itu penting bagi bayi baru lahir mendapatkan vaksin hepatitis B.

“Bila ibu mengalami hepatitis B, maka anak harus diberikan vaksin sebelum 12 jam setelah dilahirkan. Maka dari itu, ibu harus tahu kondisinya saat hamil,” kata dr Irsan.

Jika berdasar hasil laboratorium ibu hamil diketahui positif HbsAg, dan jika 90 persen positif HbsAg dan HbeAg maka berisiko tinggi menularkan penyakitnya kepada janinnya. HBsAg merupakan Hepatitis B Surface Antigen, ini adalah pertanda infeksi virus hepatitis B yang bisa dideteksi dua minggu sampai dua bulan sebelum adanya gejala klinis.

Sementara HbeAg merupakan penanda yang menunjukkan besarnya peluang seseorang dengan virus hepatitis B di tubuhnya untuk menularkannya kepada orang lain.

Pada kesempatan yang sama, Dr dr Hanifah Oswari Sp(K) menambahkan, pada orang dewasa imunitasnya sudah bagus, tapi pada bayi imunitasnya tidak cukup bagus. Sehingga, kalau seseorang terkena hepatitis B sejak bayi, imun tubuh tidak menganggap virus itu sebagai musuh. “Sudah dianggap sebagai kawan. Karena sejak dini sudah ada di dalam tubuh,” ujar dr Hanifa yang juga staf Gastroenterohepatologi FKUI/RSCM. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)