oleh

Wartawan Taman Buaya TVRI Reuni dan Halal Bil Halal

Wartawan TVRIPOSKOTA.CO – “Menghadang peran di Taman Buaya”, sebut wartawan senior Fajar Budiman dalam judul tulisannya di ‘Mingguan Mutiara’, surat kabar yang terbit saban pekan, pada era 90-an silam.

Banyak orang, terutama wartawan yang aktif ngepos di Taman Buaya, tentu masih ingat tulisan yang menyoal seluk beluk kegiatan apa, siapa, bagaimana dan dengan tujuan apa mereka-mereka datang ke salah satu ruang tunggu paling populer di gedung televisi paling tua itu.

Tapi ada yang terlepas dari pantauan Fajar. Dia sama sekali tak menyinggung keberadaan para wartawan yang saban hari ‘nongkrong’ di Taman Budaya. Jurnalis andal koran kelompok Suara Pembaruan Group itu cuma menelisik keberadaan orang-orang lain yang juga terlihat rutin berkongkow-kongkow ria di tempat yang dahulu dipenuhi jejeran kursi itu.

Hasil selidik Fajar, motivasi utama ‘orang-orang lain’ itu ternyata mencari proyek untuk, yang terutama, ingin menjadi artis, mengajukan skenario, ataupun proyek-proyek lainnya yang berhubungan dengan dunia entertainment. Istilah mencari proyek itu kemudian diistilahkan Fajar sebagai ‘Menghadang Peran’.

Kenapa Fajar tak menyinggung keberadaan para wartawan yang juga tak kalah memaraki dan mewarnai gegap gempita tempat itu? Hanya Fajar yang tahu. Sejumlah wartawan yang sempat membaca tulisan itu sempat penasaran. Namun belum sempat terkonfirmasi, sang wartawan yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk meliput dunia musik Indonesia dan mancanegara itu telah meninggalkan kita (past away) untuk selama-lamanya, menghadap sang khalik, Allah subhanahuwata’alah. Dan biarkan pertanyaan itu tetap tak terjawab.

Kini, setelah masa berlalu, ingatan itu terbetik lagi. Saat wartawan yang biasa nongkrong di Taman Buaya TVRI bertemu lagi untuk berhalal bil halal di kediaman H. Agy Sugiyanto, salah seorang wartawan group Kompas, yang kini sukses menjadi pengusaha besar, pada Sabtu 23 Agustus. Di rumah megah kawasan perumahan Raffles Hills Cibubur, Jakarta Timur, itu, para wartawan pun seakan dibawa oleh suasana akrab di tahun 1990-an kala para jurnalis masih berusia 30 tahunan. Momen itu menjadi penting, sebagai ajang nostalgia sekaligus reuni.

Pemrakarsa pertemuan yang berlangsung dalam suasana suka cita itu adalah Agus Santosa, jurnalis Harian Poskota. Inisiatif luar biasa yang digagas wartawan yang sampai kini masih aktif menulis berita di lingkungan TVRI, itu pun disambut sangat baik oleh H. Agy Sugiyanto dan sang adik H. Suprayitno, yang kini juga melepas baju kewartawanannya dan beralih profesi menjadi pengusaha sukses.

Bahagia dan senang. Begitulah yang dirasakan para wartawan saat beranjangsana dan berbaur di sebuah pendopo yang ditingkahi pemandangan taman nan asri di tepi sungai kediaman Haji Agy itu. Sang tuan rumah bersama sang adik Haji Yitno dan para wartawan pun kembali mengenang masa lalu saat-saat berkumpul dan meliput berita-berita hiburan yang berpusat di Taman Buaya TVRI.

Dua kakak beradik yang sebelumnya berprofesi wartawan hiburan itu kini sudah menikmati kehidupan ekonomi secara mapan. Namun, yang mengharukan, kedua pengusaha sukses ini jauh dari sifat sombong, bahkan sangat care dengan tidak melupakan sama sekali teman-teman seprofesi. Sukses dan mau berbagi.

Kendati tak semua hadir, namun 30-an wartawan yang menyempatkan diri datang agaknya cukup mewakili mayoritas wartawan Taman Buaya. Di antara mereka ada yang masih aktif sebagai jurnalis maupun yang sudah beralih profesi. Mereka saling kangen dan memutar pengalaman lama. Canda ria dan harapan menyatu dalam suasana bahagia.

Selain bereuni dan berhalal bil halal, ajang itu pun digunakan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman, terutama yang kini terjun menekuni dunia bisnis. Dari mulai yang membuka bengkel, travel, kuliner, franchise hingga menjadi pengelola media lokal. Mereka bercerita soal pengalamannya hingga soal trik dan strategi bisnis yang jitu hingga meminta saran kepada yang lebih sukses.

Diskusi bisnis pun berlangsung hangat dan menarik. Haji Agy dan Haji Yitno tak lupa mengisahkan pengalamannya hingga soal strategi dan peluang bisnis yang baik dan menguntungkan untuk dicoba kepada wartawan yang berminat terjun berbisnis. Thanks to Haji Agy and Haji Yitno and also Agus, you are good people, great and caring. May god bless you. (Hakim Moesthaf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *