Terungkap Kerakusan Akil, Sang Wakil Tuhan

Akil, menyisakan usia dalam penjara
Akil, menyisakan usia dalam penjara

POSKOTA.CO – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar dalam menangani perkara 15 sengketa pilkada mereguk uang haram Rp 57,780 miliar dan US$ 500 ribu.

Kerakusan pria berkaca mata itu terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pulung Rihandoro di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Sengketa yang digarap wakil Tuhan di dunia :
o. Pilkada Kabupaten Gunung Mas,
o. Pilkada Kabupaten Lebak,
o. Pilkada Kabupaten Empat Lawang,
o. Pilkada Kota Palembang,
o. Pilkada Kabupaten Lampung Selatan,
o. Pilkada Provinsi Banten,
o. Pilkada Kabupaten Buton,
o. Pilkada Kabupaten Pulau Morotai,
o. Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah,
o. Pilkada Provinsi Jawa Timur,
o. Pilkada Kota Jayapura,
o. Pilkada Kabupaten Merauke,
o. Pilkada Kabupaten Asmat,
o. Pilkada Kabupaten Boven Digoel,
o. Pilkada Kabupaten Nduga,

HADIAH

Jaksa mendakwa Akil menerima hadiah, yakni berupa uang sebesar Rp 3 miliar terkait sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Rp 1 miliar terkait sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Rp 10 miliar dan US$ 500 ribu terkait sengketa Pilkada Kabupaten Empat Lawang, Rp 19,866 miliar terkait sengketa Pilkada Kota Palembang, Rp 500 juta terkait sengketa Pilkada Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam penanganan pilkada itu, Akil disangkakan Pasal 12 huruf c UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1.
Dakwaan kedua, Akil juga diduga telah menerima hadiah berupa uang sebesar Rp 1 miliar terkait sengketa Pilkada Kabupaten Buton, Rp 2,98 miliar terkait sengketa Pilkada Kabupaten Pulau Morotai, Rp 1,8 miliar terkait sengeketa Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah, dan menerima janji berupa pemberian uang sebesar Rp 10 miliar terkait sengketa Pilkada Provinsi Jawa Timur.

Terkait penanganan sengketa pilkada ini Akil disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c UU Tipikor jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP.
Dakwaan ketiga, Akil selaku diduga meminta Alex Hagesem, Wakil Gubernur Papua 2006-2011 memberikan uang sebanyak Rp 125 juta. Alex melakukan konsultasi perkara permohonan sengketa Pilkada Kabupaten Merauke, Pilkada Kabupaten Asmat, Pilkada Kabupaten Boven Digole, Pilkada Kota Jayapura, dan Pilkada Kabupaten Nduga.

PERCEPATAN

Biaya itu dikeluarkan Alex agar Akil membantu percepatan putusan atas pemohonan sengketa pilkada-pilkada tersebut. Dalam penanganan sengketa pilkada ini, Akil dijerat dengan Pasal 12 huruf e UU Tipikor jo Pasal 65 ayat 1 KUHP atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Dakwaan keempat, Akil diduga menerima hadiah berupa uang sebesar Rp 7,5 miliar. Hadiah tersebut diberikan terkait sengketa Pilkada Banten 2011 yang memenangkan pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno. Uang tersebut diberikan kepada Akil dari adik kandung Atut, Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan. Uang diberikan secara bertahap melalui beberapa kali transfer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *