oleh

Sopir Kontainer Jual Kacang Tanah yang Dibawa ke Penadah

TRUK KONTENER
TRUK KONTENER

PSKOTA.CO- Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pelaku penggelapan kontainer berisi kacang tanah seharga Rp400 juta. Modus pelaku adalah dengan membelokan kontainer yang dibawa ke penadah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pelaku diketahui bernama Iwan alias Epi Tunggara ditangkap dikawasan Jakarta Utara pada Agustus lalu.

“Dia ditangkap setelah korbannya melapor kalau kontainer 12feet berisi kacang tidak sampai ke tujuan, begitu juga dengan sang supir yang ikut menghilang,” kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda metro Jaya, Senin(6/10).

Setelah dilakukan penyelidikan, kata Rikwanto,akhirnya pelaku berhasil ditangkap. Dari pengakuan pelaku, ternyata apa yang dilakukannya bukan hanya sekali. “Dari penyelidikan ditemukan, kalau pelaku Iwan alias Epi memiliki dua laporan penggelapan dengan modus serupa di Polres Jakarta Utara,” ujarnya.

Salah satunya adalah kasus penggelapan yang dilakukan terhadap PT Kencana Pesaka Abadi. Kasus penggelapan terhadap PT Pesaka Abadi ini terjadi pada 11 November 2013 lalu. Saat itu pelaku melakukan penggelapan satu kontainer susu senilai miliaran rupiah. “Modusnya sama, dia berpura-pura melamar sebagai supir. Setelah dipercaya membawa barang sendiri maka dia akan meneggelapkan barang bawaannya,” jelasnya.

Selama bekerja, dia akan mencari penadah yang membutuhkan barang bawannya. Misalnya susu, dia akan mencari penadahnya. Setelah ditemukan baru pelaku membelokan kontainernya ke lokasi penadah bukan ke lokasi pengiriman.

Selain isi kontainer, biasanya pelaku juga menjual head truck. Salah satu korban yaitu Operation Director PT Kencana Pesaka Abadi Nico Riandi mengatakan, saat melamar ke perusahaannya Iwan mengaku bernama Epi Tunggara.

“Dia melamar seperti karyawan biasa, tidak ada yang mencurigakan,” katanya. Setelah bekerja, Epi begitu pelaku akrab disapa selalu bekerja tepat waktu. Barang kiriman juga selalu sampai lokasi dan pelanggannya juga puas dengan kinerja. Namun begitu memasuki satu bulan bekerja, Epi mulai bertingkah.

Korban berharap polisi segera mengungkap komplotannya atau penadah barang-barang yang digelapkannya. “Karena ada informasi, dia justru beraksi berdasarkan pesanan,. Kalau ada yang memesan susu dia akan melamar ke tempat ekspedisi yang mengirimkan susu, begitu juga yang kemarin. Karena ada yang membutuhkan kacang sehingga dia bekerja di ekspedisi pengiriman kacang,” pungkasnya.(sapuji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *