oleh

SOPIR BUS ANTAR KOTA PAKAI SABU DIBAWA POLISI

Bus karatan
Bus karatan

POSKOTA.CO – Seorang sopir bus PO Kalisari dengan nomor polisi L 7022 UK jurusan Malang-Surabaya berinisial H,38, terindikasi menggunakan sabu-sabu ketika ada pemeriksaan yang dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional dan Polres Kota Malang, Sabtu.

Semula H menunjukkan tingkah laku aneh ketika diminta melakukan tes urine, bahkan berusaha menghindar. Ternyata sampel urine milik H sudah dicampur dengan air ketika keluar dari kamar mandi.

“Tes urine yang kami lakukan menggunaka alat multy drug rapid test, sehingga bisa mendeteksi berbagai macam penggunaan obat terlarang, seperti ganja, sabu-sabu, kokain, ekstasi, bezoat, maupun morfin. Dan, urine milik H terbukti mengandung amphetamine yang terindikasi mengonsumsi sabu-sabu,” kata dokter dari BNN Kota Malang Edi Witanto.

Ilustrasi
Ilustrasi

Hasi tes urine tersebut, katanya, tidak membutuhkan waktu lama, cukup 2-3 menit, namun karena urine milik H terindikasi mengandung sabu-sabu, maka dilakukan tes darah terhadap H. Sampel darah H akan dikirim ke laboratorium yang hasilnya bisa diketahui sepekan mendatang.

Oleh karena terindikasi mengonsumsi sabu-sabu, H di bawa ke Polresta Malang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), BNN, dan Polresta Malang menggelar razia pada awak bus di Terminal Arjosari Kota Malang.

Dalam razia tersebut, petugas memeriksa surat kelengkapan bus, alat pengaman darurat, kondisi ban, serta memeriksa air seni para sopir untuk memastikan apakah mereka mengonsumsi obat-obatan terlarang atau tidak.

Saat razia tersebut, petugas menemukan ada 11 bus yang tak layak beroperasi dan seorang sopir yang terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang.

Kepala Dishub Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan pelanggaran terbanyak yang ditemukan petugas ketika melakukan razia adalah kondisi rem tangan bus telah aus.

Selain itu, petugas juga menemukan ada bus yang menggunakan ban vulkanisir, yang kondisinya sudah tidak layak digunakan lagi.

“Pelanggaran ini langsung kami tindak. Mereka juga tidak boleh beroperasi lagi sebelum memperbaiki kendaraannya, sedangkan seorang sopir yang terindikasi menggunakan narkoba kami serahkan sepenuhnya pada kepolisian dan BNN untuk menjalani proses lebih lanjut dan jika terbukti positif, tentu akan diproses pidana,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan pemeriksaan kendaraan rutin tersebut untuk memastikan seluruh awak dan kondisi bus di Terminal Arjosari layak operasional.

“Namun, untuk sementara kami tidak menyiapkan bus tambahan dulu, kami masih menyiagakan bus yang ada karena pengalaman tahun lalu, jumlah penumpang dari Kota Malang jumlahnya tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *