oleh

Sidang SPPD Fiktif Mantan Bupati Digelar

VONIS HAKIM
VONIS HAKIM

POSKOTA.CO – Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, menggelar sidang perdana dengan terdakwa mantan Wakil Bupati Lombok Barat Mahrip dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pelaksanaan surat perintah perjalanan dinas (SPPD) fiktif selama masa jabatannya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mataram Herya Sakti Saad di Mataram, Kamis, mengatakan dalam sidang perdana diagendakan untuk pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum. “Sidang perdananya akan digelar hari ini, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa,” katanya.

Mahrip ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut sejak 7 Januari 2015, atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan pada Tahun Anggaran 2009-2012, selama menjabat sebagai Wakil Bupati Lombok Barat.

Dalam kasus itu, Mahrip melakukan kunjungan kerja ke luar daerah dengan tujuan Jakarta. Namun, tersangka diduga tidak melaksanakan perjalanan dinas tersebut. Modus yang digunakannya itu diduga dilakukan secara fiktif, seolah-olah nama yang tercantum dalam kunjungan tersebut telah berangkat, padahal faktanya tidak pernah ada.

Dalam pemeriksaan terakhirnya oleh Kejari Mataram, Mahrip telah dimintai keterangan guna memastikan kebenaran data dan alat bukti yang berhasil dikantongi. Barang bukti itu, di antaranya “boarding pass”, SPPD fiktif, maupun hasil audit kerugian negara yang dikeluarkan BPKP mencapai Rp431 Juta.

Herya Sakti mengatakan yang ditunjuk sebagai JPU dalam kasus itu, adalah Hademan dan kawan-kawan. “Nantinya dakwaannya akan dibacakan oleh Hademan,” katanya.

Mahrip dijerat Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31/1999 junto Pasal 20 Nomor 20/2011 junto Pasal 64 KUHP Tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *