oleh

Sayari Membantah Membunuh Ulama Madura Habib Alwi

Suasana PN saat mengadili kasus pembunuhan ulama
Suasana PN saat mengadili kasus pembunuhan ulama

POSKOTA.CO – Sayari membantah dakwaan jaksa penuntut umum yang menyebutkan id bersama tiga temannya membunuh ulama Kabupaten Sampang, Madura Habib Alwi.
Bantahan itu disampaikan Sayari melalui penasihat hukumnya Arman Saputra, SH pada sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan di Pengadilan Negeri Sampang, Pulau Madura, Senin.
Jaksa penuntut umum usai mendengarkan pembelaan terdakwa, tetap melanjutkan kasus pembunuhan Habib Alwi.
Humas Pengadilan Negeri Sampang Syibuddin, mengatakan, sidang dilanjutkan pada Senin (17/3), dengan agenda putusan hukuman.
PERHATIAN WARGA
Kasus pembunuhan Habib Alwi dengan terdakwa Sayari dengan nomor perkara 8/Pid.B/2014/PN.Spg, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Sampang pada 16 Januari 2014.
Sidang kasus pembunuhan ulama itu selalu menjadi perhatian masyarakat. Setiap kali sidang digelar selalu didatangi banyak orang, baik dari kalangan keluarga korban maupun masyarakat Sampang yang selama ini menjadi jamaah Habib Alwi.
SATU DARI 4 PELAKU
Terdakwa Sayari alias Pak Muhammad Sholeh merupakan satu dari empat pelaku. Tiga lainnya adalah Matluki, Mattawi dan Samsul.
Kasus pembunuhan ini terjadi pada tanggal 30 Oktober 2012 sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Raya Desa Batuporro, Kecamatan Kedungdung, Sampang.
Habib Alwi yang merupakan ulama yang dikenal sebagai juru dakwah itu dibunuh saat perjalanan dari rumah saudaranya untuk tujuan pulang ke rumahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *