oleh

PK Ketua PN Jakarta Selatan Patut Dipertanyakan

VONIS HAKIM
VONIS HAKIM

POSKOTA.CO- Kuasa hukum PT Bumigas Energi(BGE) Bambang Siswanto, SH mempertanyakan tindakan Kepala Pengadilan Negeri(PN) Jakarta Selatan Haswandi SH yang telah mengeluarkan peninjauan kembali(PK) terhadap sengketa pembatalan putusan Arbritase terkait pembatalan kontrak pembangunan lima unit pembangkit listrik tenaga panas bumi(PLTP) di Dieng-Patuha.

Padahal, kata Bambang Mahkamah Agung telah mengeluarkan PK dengan Nomor 143/PK/Pdt.Sus-Arbt/2013 tertanggal 20 Februari 2014.” Masa ada PK diatas PK,” kata Bambang kepada wartawan di Jakarta, Kamis(11/12).

Bahkan kata Bambang, dirinya akan melaporkan Kepala Pengadilan Negeri(PN) Jakarta Selatan Haswandi SH ke Komisi Yudisial(KY) dan Komisi III DPR.” KY harus memeriksa Kepala Pengadilan Negeri(PN) Jakarta Selatan Haswandi SH,” ujarnya.

Bambang mengatakan, PK yang dikeluarkan Kepala Pengadilan Negeri(PN) Jakarta Selatan Haswandi SH bisa berdampak buruk, dan adanya ketidak pastian hukum di Tanah Air. Seharusnya ujar Bambang, kalau Haswandi mengacu kepada putusan MARI.Itu salah karena hal ini bisa disamakan surat edaran, karena yang paling terkuat adalah undang-undang(UU).” Yang terkuat adalah Undang-Undang,” pungkas Bambang.

Seharusnya semua pihak menghormati putusan PK yang dikeluarkan MA tersebut. Padahal, jelas Bambang sesuai Pasal 66 ayat(1) Undang-Undang Nomor 14 tahun 1985 jo Undang-Undang Nomor 5 tahun 2004 jo Undang-Undang Nomor3 tahun 2009 tentang Mahkamah Agung disebutkan permohonan PK kembali dapat diajukan hanya satu kali.

Belakangan diketahui Ketua PN Jakarta Selatan rupanya berdalih dalam menerima permohonan PK diatas PK tersebut, dengan alasan sebagai berikut berdasarkan surat edaran MA Nomor 10 tahun 2009 mengatur PK kedua boleh dilakukan jika ada dua putusan yang saling bertentangan untuk kepastian hukum tentang siapa yang paling berhak, dari dua putusan tersebut. (sapuji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *