oleh

Peti Jenazah Bung Karno dan Bung Hatta Dikonservasi

 teks gambar: Dua patung besar wanita muda sedang menangis terbuat dari marmer Milano, Italia berdiri di Taman Prasasti (Foto: Nur Aliem)

teks gambar:
Dua patung besar wanita muda sedang menangis terbuat dari marmer Milano, Italia berdiri di Taman Prasasti (Foto: Nur Aliem)

POSKOTA.CO — Peti jenazah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama yang juga proklamator, Soekarno (Bung Karno) dan Muhammad Hatta (Bung Hatta) telah dikonservasi pengawetan dengan diperbaiki kondisinya agar kerusakannya tidak semakin parah.

Seperti diketahui, Ir H Sukarno wafat 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Subroto di usia 69 tahun, sementara Drs Mohammad Hatta wafat 14 Maret 1980 di RSUP Cipto Mangunkusumo di usia 77 tahun. Masing-masing dimakamkan di TPU Bendo Gerit, Blitar dan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Para tokoh dari jaman Belanda berkaitan dengan sejarah Indonesia banyak dimakamkan di Taman Prasasti dan batu nisannya masih utuh. Antara lain Mayor Jenderal JHR Kohler pimpinan tentara penjajah Belanda yang tewas ditembak snipper Aceh di depan masjid Banda Aceh tahun 1873, Dr JLA Brandes yang menguak sejarah candi candi Hindu dan Budha dari abad 13 di Jawa, Dr HF Roll, pendiri Stovia yang kini menjadi Fakultas Kedokteran UI, tokoh sandiwara tahun 1930-an Miss Riboet, tokoh Angkatan 66, Soe Hok Gie.

Isteri Letnan Gubernur Jenderal Stamford Raffles yakni Olivia Marianne Raffles sebagai pendiri Kebun Raya Bogor juga dimakamkan di taman ini dengan nisannya yang indah. Selain peti jenazah Bung Karno dan Bung Hatta, upaya konservasi ini juga dilakukan bersama lebih dari 1300 koleksi Museum Taman Prasasti di Jl Tanah Abang I, di Jakarta Pusat.

Kepala Museum Sejarah Jakarta, Dra Enny Prihantini mengungkapkan tujuan konservasi untuk mempertahankan keutuhan koleksi Museum Taman Prasasti itu tersebut, dan memperbaiki kondisinya agar tidak makin parah. Konservasi dilakukan secara preventif maupun kuratif di tempat itu juga.

Diakui Enny, Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat sudah sejak lama digabung menjadi satu dengan Museum Sejarah Jakarta (MSJ) di Kota Tua dalam pengelolaannya. Sebab kedua museum tersebut koleksi maupun bangunannya sangat berkaitan dengan sejarah perkembangan kota Batavia yang sekarang menjadi Jakarta.

Namun dari segi pengunjung jauh di bawah MSJ. Menurut data pengunjung Museum Taman Prasasti sehari berkisar antara 300 -400 orang. Sedangkan pengunjung MSJ sehari bisa mencapai 1400 orang bahkan lebih. Yang pasti kedepan Museum Taman Prasasti tetap dipertahankan sebagai museum terbuka dalam nuansa taman yang indah dan rindang dengan sosok bangunan dan ornament yang antik.

Kepala Seksi Koleksi dan Konservasi Museum Sejarah Jakarta, Esti Utami arekolog dari UI dan stafnya Kasirun menjelaskan peti jenazah presiden dan wakil presiden RI pertamakali itu memang terbuat dari kayu jati yang bagus mutunya. Namun perlu dikonservasi ringan. “Peti berukir itu digunakan untuk jenazah kedua proklamator dari rumah sakit ke rumah duka,” katanya. (Nur Aliem)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *