Panjul Ngaku, Membunuh Ayu Tidak Sendirian

Dewa Ayu Agung Diah Cahyani  semasa hidup
Dewa Ayu Agung Diah Cahyani semasa hidup

POSKOTA.CO – Petugas Kepolisian Resor Kota Denpasar telah memeriksa Wayan Budhi alias Panjul sebagai terpidana kasus pembunuhan terhadap seorang mahasiswi STIKES Bali di Rutan Negara Kabupaten Jembrana.

“Petugas kami telah memeriksa Panjul di Rutan Negara,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar, Komisaris Benny Murjayanto, Kamis.

Pihaknya telah mengirim dua orang penyidik untuk memeriksa pelaku pembunuhan terhadap korban, Dewa Ayu Agung Diah Cahyani.

Pemeriksaan perdana untuk pengungkapan kembali kasus pembunuhan itu dilakukan pada Rabu (12/2).

Namun Benny tidak menyebutkan berapa lama pemeriksaan tersebut termasuk materi pemeriksaan.

“Anggota kami belum ada laporan lanjutan,” katanya.

Diperkirakan materi pemeriksaan tersebut terkait dengan surat pengakuan yang dibuat oleh Panjul yang menyatakan masih ada pelaku lain atau aktor intelektual selain dirinya.

Surat bermaterai Rp6.000 itu sebelumnya ditandatangani Panjul yang memuat adanya pelaku lain di buat di depan keluarga korban yakni Dewa Gede Supartha saat mengunjungi tempat pria tersebut menjalani hukuman di Negara.

Berkat surat pengakuan itulah, ayah korban Dewa Gede Supartha yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangli, Bali itu kemudian melaporkan kembali kasus itu untuk mengungkap pelaku lainnya.

Keluarga korban yakin selain pria yang divonis seumur hidup itu masih ada aktor lain yang berperan sebagai otak dibalik pembunuhan tragis yang menimpa putrinya pada September 2010.

Kini keluarga korban menantikan titik terang terhadap pembongkaran kembali kasus tersebut setelah adanya pemeriksaan perdana terhadap Panjul. djoko-antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *