oleh

Kita Punya Kedaulatan Budaya

POSKOTA.CO – Kita adalah bangsa yang besar dan berdaulat. Kita seharusnya bebas merdeka menentukan bentuk, ekspresi dan identitas bangsa kita. Kita punya kedaulatan budaya.

Dalam ekspresi politik, agama dan kebudayaan, kita tidak layak didikte oleh bangsa lain. Apalagi bangsa asing yang jauh.

Tuhan yang sama-sama kita yakini adalah tuhan yang menciptakan seluruh umat manusia dan tuhan yang menghargai kebudayaan setiap makhluk ciptaannya.

Jangan diperdaya dengan ucapan “kami bermaksud baik” – “kami membawa keselamatan” yang diucapkan orang asing yang ingin mengubah – bahkan merusak – budaya kita, warisan leluhur kita.

Sudah biasa, para penjajah melakukan tipu daya. Karena apa yang ‘baik’ menurut mereka, belum tentu baik untuk kita.

Jika Anda serius Indonesia ingin tetap Indonesia yang berdaulat – bukan wilayah jajahan budaya Arab atau Amerika atau Tiongkok – maka jadilah orang Indonesia yang mempertahankan keindonesiaan.

Junjung tinggi budaya dan warisannya yang khas Indonesia. Jangan kearab-araban, keindia-indiaan atau kekorea-koreaan.

Terapkan nilai agama pada substansi ajarannya. Bukan hanya kulit-kulitnya. Cuma meniru-niru.

Jangan jadi dangkal. Cetek. Visual. Cuma foto kopi dan mau terus dicekoki.

Kita yang beruntung kedatangan banyak agama asing dan gigih menjajakan ajarannya, sehingga selaku pengguna bebas memilih dan menerapkan nilai nilai agama yang nilai universal yang sesuai dengan budaya kita yakni kasih sayang, adil, amal, akhlak, ‘attitude’, dan berbuat baik pada sesama. Agama dalam bingkai budaya. Agama yang berkebudayaan.

Hormat pada orang tua, sayang kepada yang muda, melindungi yang lemah. Itulah ajaran agama universal dan agama yang berkebudayaan dan berlaku di seluruh dunia.

Identitas suatu bangsa adalah budayanya bukan agamanya. Karena agama – terutama agama besar – bersifat universal. Budaya adalah ciri dan pembeda sekaligus identitas kita sebagai bangsa.

Budaya Indonesia adalah warna-warni, cerah-ceria – cemerlang dan megah. Bukan kurungan ayam – gelap dan hitam, produk peradaban abad pertengahan yang tak ada kreativitas selama 1.400 tahun dan mengungkung. Simbol penindasan dan keterbelakangan yang anehnya dibanggakan di sini – padahal di negeri sendiri sedang ditinggalkan.

Kita Indonesia adalah bangsa besar yang punya kedaulatan. Bukan hanya kedaulatan politik dan ekonomi, melainkan juga kedaulatan budaya. Maju peradabannya.

Mari kita tegakkan budaya kita. Jangan jadi ‘follower’ budaya dan peradaban asing yang sedang bangkrut.

Kalau bukan kita siapa lagi?
Kalau bukan sekarang kapan lagi? (supriyanto)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *