oleh

Kejaksaan Tidak Akan Gegabah Menahan Orang

borgol 1POSKOTA.CO —Benny Suprihartadi, SH, kuasa hukum Ketua Umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, yang juga Mantan Dirut Bank DKI Winny Erwindia minta pihak kejaksaan tidak terpengaruh dengan upaya-upaya berbagai pihak yang memojokkan kliennya dalam kasus pengadaan 100 gerai anjungan tunai mandiri (ATM) di Bank DKI.

Menurut Benny, status kliennya saat ini adalah saksi untuk tiga tersangka, yakni Ilhamsyah Yunus, bekas Direktur Operasional Bank DKI; Henry J. Maraton Direktur Utama PT Karimata Solusindo (KS); dan Adi Rachmanto, Direktur Utama PT Praxis Solution Indonesia (PSI).

“Saya kira wajar kalau Winny Erwindia yang sebelumnya menjabat Direktur Utama dimintai keterangan sebagai saksi atas anak buahnya. Yang tidak wajar adalah saat yang bersangkutan dipojokkan gara-gara melakukan reshuffle kepengurusan di KONI DKI yang dia pimpin saat ini, bahkan ada yang mendesakkan keinginan agar kliennya segera ditahan” kata Benny Suprihartadi di Jakarta Jumat (1/8).

Sejauh ini jaksa menuding ketiga tersangka melakukan penyimpangan anggaran proyek pengadaan 100 unit mesin ATM, serta proyek pengadaan aplikasi jaringan GCSM tahun anggaran 2009-2010 yang menelan anggaran sebesar Rp120 miliar. Bahkan seberapa besar ada kerugian negara yang ditimbulkan pun masih dilakukan penghitungan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Benny menjelaskan, PT KS dan PT JSI sejauh ini bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan. Meskipun anggaran proyek tersebut bisa cair dengan mudah. Selain tiga tersangka tersebut, tim penyidik saat ini masih terus melakukan pengusutan terkait kemungkinan ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

“Ya pihak kejaksaan sendiri kan tidak bisa serta merta menahan orang kalau tidak ada bukti-bukti permulaan yang cukup. Jadi semua itu ada prosedurnya dan tidak semudah itu meminta pihak kejaksaan ujug-ujug melakukan penahanan,” tutur Benny.

Seperti diberitakan, gara-gara reshuffle yang dilakukan Winny terhadap 18 orang jajaran pengurus, mantan Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta Alex Asmasoebrata melaporkan Ketua KONI DKI Winny Erwindia dan Ketua Bidang Organisasi KONI DKI Ashraf Ali ke Polda Metro Jaya awal bulan lalu.

Laporan ini dikait-kaitkan dengan kasus kasus saat kliennya menjabat Dirut di Bang DKI, jadi tidak berhubungan dengan soal pemberhentian pengurus KONI DKI. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *