oleh

Kasus Rumah Tangga Berakhir Pembunuhan

dianiaya suamiposkota.co – Kepolisian Resort Kupang Kota menilai kasus pembunuhan yang akhir-akhir ini terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Kota Kupang, diakibatkan oleh masalah rumah tangga yang berkepanjangan.

Kepala Kepolisian Resort Kupang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Musni Arifin, saat ditemui di sela-sela “car free day” di Kupang, Sabtu, mengatakan, di bulan Februari, pihaknya telah menangani empat kasus pembunuhan. “Bulan ini saja sudah empat kasus pembunuhan yang semuanya adalah suami membunuh istri atau sebaliknya,” katanya.

Ia menjelaskan, kasus pembunuhan tersebut semuanya karena masalah yang terjadi di dalam rumah tangga, seperti kecemburuan, masalah ekonomi, serta akibat mengkonsumsi minuman keras (miras).

Musni memberi contoh kasus pembunuhan seorang mahasiswa Muhammadyah Kupang oleh suaminya tersebut berawal dari sang suami mengkonsumsi minuman keras yang berlebihan sehingga mengakibatkan sang istri ditikam dengan sebilah pisau.

Selain itu, untuk masalah kecemburuan, ia memberi contoh kasus yang baru saja terjadi pada malam kemarin, ketika sang suami menusuk sang istri yang diduga selingkuh dengan pria lain.

“Hal-hal seperti ini menurut saya perlu adanya pengendalian diri dari masing-masing pribadi, karena kalau tidak ada pengendalian diri kejadiannya akan menjurus kepada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” tambahnya.

Kasus pembunuhan yang Polresta Kupang tangani selama sebulan ini menurut Musni adalah kasus pembunuhan yang terjadi antara suami dan istri.

Sejauh ini yang ia ketahui masalah-masalah yang terjadi di antara suami dan istri sampai menyebabkan pembunuhan tersebut diakibatkan oleh hal-hal sepele yang seharusnya bisa diselesaikan antara kedua belah pihak.

“Sebenarnya masalah kecil, namun dibesar-besarkan dan ada masalah lama antara kedua belah pihak sehingga memicu terjadi pembunuhan yang akhir-akhir ini terjadi di Kupang,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *