oleh

Kajian Pariwisata dalam Pendekatan Road Safety

-Tak Berkategori-77 views

POSKOTA.CO – Pariwisata merupakan suatu aset bangsa yang berbhineka dalam memberdayakan seluruh potensi sumber daya yang ada. Dari memanfaatkan mengemas merawat memarketingkannya. Dalam konteks pariwisata kesiapan infrastruktur, sistem literasi dan edukasi dan kesiapan serta keramahtamahan masyarakatnya menjadi pilar utamanya.

Pariwisata dalam pendekatan road safety sistem lalu lintas yang aman selamat tertib lancar menjadi prioritas ramah wisatawan. Sehingga warga sekitar maupun para wisatawannya dapat menikmati dg aman nyaman asri dan selalu ada rasa yang membuat para wisatawan ingin datamg kembali.

Sistem pariwisata berkaitan dengan sistem tata ruang, pengaturan sistem transportasi angkutan umum maupun pribadi, kanyong kantong parkir juga sistem pengamanan dan pelayanan publik dari yang rutin hingga kondisi emerjensi yg ramah lingkungan.

Ramah wisatawan dan ramah lingkungan merupakan standar bagi pariwisata yang sehat dan penuh dg keramahtamahan mulai dari sistem2 pelayanan publik hingga ruang publiknya.

Pariwisata dalam pendekatan road safety dapat dilihat dari :
1. Sistem pemetaan dan tata ruang kawasan strategisnya. Yang dapat dikategorikan dalam sistem ring atau kawasan. Semakin menuju kawasan pusat atau ring satu kendaraan akan semakin lambat. Prioritas diperuntukkan yg tergolong transportasi sehat merakyat ( active transportation). Yaitu untuk pejalan kaki, sepeda dan angkutan umum. Bahkan kendaran ramah lingkungan yg diutamakan.

Sistem tata ruang untuk parkir berada dibring tiga atau ring dua yg terkoneksi dg kendaraan penyambung ( shutle ). Penataan akses jalan, parkir, terminal, lokasi antar jemput, sistem prioritas (buka tutup, contra flow, hingga one way ) dpt dilihat dr manajemen kapasitasnya. Pd sistem tata ruang ini juga dikaitkan dg sistem analisa dampak lalulilantas ( andalalin ). Analisa dampak lalu lintas atau andalalin merupakan suatu langkah arau upaya untuk mendukung tercapainya tujuan road safety yaitu :
a. lalu lintas yg aman selamat tertib dan lancar,
b. meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas kecelakaam, c. membangun budaya tertib berlalu lintas
d. pelayanan prima di bidang LLAJ. Dengan demikian Andalalin merupakan suatu kompetensi atau kemampuan mengkaji dengan mengkonstruksi atau memdekonstruksi data road safety yg dapat menjawab manajemen di bidang road safety. Yang memcakup : manajemen kebutuhan, manajemen kapasitas, manajemen prioritas, manajemen kecepatan maupun manajemen emergency. Demgan andalalin dapat menghasilkan algoritma yg berupa infografis info statistik dan info virtual.demgan sistem yg berbasis IT andalalin akan mampu memberikan data yang real time on time dan any time sbg wujud prediksi, antisipasi maupun solusi. Dalam implementasi teknis andalalinsetidaknya mencakup :

a. Cara pemetaan wilayah dan pengumpulan data sensus atau data dr stake holder maupun data di lapangan
b. Penggunaan alat2 pemetaan manual maupun elektronik
c. Peta data dan cara menganalisa dg mempertimbangkan yang berbasis pd : Kebutuhan, Kapasitas, Prioritas, Kecepatan, Emergensi.
d. Hasil analisa berupa prediksi antisipasi dan solusi bagi lalu lintas pd saat rutin atau ada hal2 khusus maupun kontijensi
e. Konsep dasar andalalin adalah smart city. Unsur unsur smart city dijadikan landasan pengkajiannya.
f. Laporan atau produk dapat dijadikan bahan masukan maupun untuk jurnal
g. Panduan penegakkan hukum atas pelanggaran andalalin
Andalalin merupakan suatu model landasan berpikir ilmiah yg dapat mjd bagian pengambilan keputusan penanganan road safety yg diarahkan ke : a. sietem Kawasan, b. Lokasi black spot dan trouble spot c. Lintasan e. Perkotaan f.Jaringan lalu lintas antar moda transportasi angkutan umum g. ASDP ( angkutan sungai danau dan penyeberangan) Dsb.

Andalalin merupakan landasan pemikiran ilmiah yang mampu memprediksi mengantisipasi dan memberi solusi. Di era digital andalalin tdk sebatas manual parsial maupun konvensional. Andalalin menjadi standar kekuatan dan kewarasan dalam mencapai tujuan road safety.

2. Membangun literasi masyarakat yang sadar wisata
Sadar wisata merupakan bagian dari kepekaan kepedulian yang cinta bangga akan hidup dan kehidupan serta peradaban. Penataan pengemasan pemaknaan pemasaran atas sesuatu ( alam, lingkungan, seni budaya, hidup dan kehidupan, dsb)menjadikan berharga yang bukan sebatas bendawi namun juga yang tak benda. Sesuatu yang bernilai atau bermanfaat atas hidup dan kehidupan dapat ditunjukkan adanya keteraturan sosial. Tatanan atas nilai etika moral dan hukum untuk ditaati merupakan ikon peradaban.

Kecerdasan dalam kehidupan sosial dapat dimaknai bahwa masyarakat dapat menikmati mengapresiasi dan memberi ruang bagi religi seni tradisi hobi bahkan teknologi yang saling menguatkan satu sama lainnya untuk mendukung atas hidup dan kehidupan. Pemahaman atas keteraturan sosial ditanamkan dari rumah. Rumah menjadi kekuatan pembangkitan atas kekuatan pilar peradaban.

Peradaban dan keteraturan sosial yang dibangun melalui masyarakat yang sadar wisata akan menunjukkan sebagai bangsa beradab yang peka peduli akan hidup dan kehidupan. Sesuatu yang ada dikemas diberayakan diangkat menjadi karakter yang unik menarik inspiratif dan menjadi ikon masyarakat tsb. Religi seni tradisi hobi komuniti hingga teknologi akan menjadi bagian dari peradaban yang didukung alam lingkungan dalam ketetaturan. Penataan sadar wisata setidaknya didukung adanya :
a. Kemampuan menata alam atau lingkungan yang aman nyaman asri yang menimbulkan rasa rindu untuk dpt merasakan atau menikmati kembali
b. Perilaku masyarakatnya dalam religi seni tradisi dikemas dalam sesuatu yang unik menarik inspiratif sbg karakter maupun ikon nya
c. Dukungan komunitas komunitas sadar wisata sebagai bagian atas pemberdayaan, perkuatan yang guyub rukun saling menjaga saling menghormati satu sama lain.
d.. Political will dari pemerintah untuk mendukung tumbuh berkembangnya pariwisata yg mampu dijadikan andalan PADnya
e. Para tokoh informal diberdayakan sbg local heroes pejuang pejuang kemanusiaan yang menjadi pelopor dan penjaga keteraturan sosial.
f. Jaminan keamanan dan rasa aman dan anti premanisme yang diberikan oleh aparaturnya maupun sistem2 sosial kemasyarakatan yang ada.
g.Hospitality atau keramahtamahan dari seluruh warganya yang mampu menghormati tamu dan mampu menerima dan menjaga perbedaan sbgbkekuatan sekaligus kekayaan bangsa
h. Dukungan infra struktur dari sistem transportasi dan angkutan umum penginapan dan sarana 2 pendukung lainnya
i. Sistem marketing dan penguatan masyarakatnya dalam pemgemasan pemaknaan dan pemasarannya
j.. Pendidikan akan seni budaya scr formal maupun non formal yg ditransformasi scr konsisten yg didukung para maestro atau pakar maupun akademisi
k. Menghidupkan kembali seni tradisi dan nilai luhur yang lama ditinggalkan bahkan dianggap mati ( bahasa, seni musik seni ukir seni pertunjukkan seni rupa seni suara seni cerita seni sastra seni tari seni tata boga tata busana dsb)
Banyak hal lainnya yg dapat dikemas disatukan dibangun dg standar2 keteraturan sosial dan peradaban yang membuat siapa saja tergerak untuk melihat dan datang kembali. Masyarakat yang sadar wisata memiliki kemampuan merawat melestarikan bahkan menumbuhkembangkan segala potensi peradaban bangsa.

3. Menggerakkan scr sinergi yg berkesinambungan kemitraan antar pemangku kepentingan dalam road safety partnership action ( RSPA) yg mempedomani RUNK ( rencana umum nasional keselamatan ) : road safety manajemen, safer road, safer vehicke, safer people, post crash care. RSPA merupakan wadah kemitraan antar para pemangku kepentingan yg bersama sama memikirkan dan mencari akar masalah serta menemukan solusi yang tepat ygvdpt diterima semua pihak. Di dalam RSPA setidaknya dapat memikirkan dan membangun :
a. Kota yg smart and sustainable dengan paradigma : geopolitik dan geo strategis, sosiologis dan antropologis, ekonomi, keamanan dan pertahanan, globalisasi, modernisasi, pelayanan kpd publik. Sistem2 yg dibangun dapat mendeteksi : orang , barang berbahaya ( asap api dsb), penyusup, wajah orang, plat nomor kbm, jenis kbm dan jumlah kbm, kecepatan dg RFID dg QR
Dapat dikaitkan dg manajemen kebutuhan, manajemen kapasitas, manajemen prioritas, manajemen kecepatan dan manajemen emergency. Juga diaitkan Identifikasi kbm, bayar toll, parkir, topup, pajak, izin laik jalan, dll
Vihicle dpt komunikasi dg everything ( antar mobil dng traffic light, tracking lokasi, telemitri kondisi mesin, dll. Deteksi ledakan, teriakan, kaca pecah dll. Perkiraan lokasi sumber suara scr trianggulasi. Deteksi keramaian( manusia)
Local push notification. Big data dan artificial intellegence yg siap untuk memberikan pelayanan prima bahkan pd situasi emergency dan kontijensi.
b. Membuat model kawasan pariwisata dengan daerah2 penyangga ( hinter lands yang saling mendukung satu dengan lainnya).
c. Aksesbilitas dari berbagai sudut kota dengan sistem2 infrastuktur transportasi yg saling sinergi. Termasuk pengembangan active transportation.
d. Membangun sistem manajemen road safety untuk menjawab : kebutuhan, kapasitas, prioritas, kecepatan dan emergency
e. Membangun kawasan pariwisata yg ramah terhadap lalu lintas, lingkungan maupun masyarakat.
f. Membangun sistem pelayanan publik dan ruang publik yang smart yg setidaknya mencakup : smart security pd sistem pengamanan kota ( smart living, smart mobility )
g. Aksesbikitas antar moda transportasi angkutan umum
h. Mengatur Pola guna lahan, Indeks ekonomi, Bgm opsi2 moda transportasi yg saling terkait
Sehingga dpt memikirkan forecast : 1. Brp banyak perjalanan yg dibangkitkan 2. Distribusi perjalanan 3. Distribusi yg dipilih ( kbm umum, pribadi, spd motor) 4. Mempertimbangkan sistem2 analisis bagi kota yg ramah lalu lintas,
i. Pembangunan dan pengembangan LRT n MRT dimulai dr bus dahulu. Lahan sdh disiapkan. Konteks kota dirancang bgm pergerakkan orang ( lalu lintas n transportasi).

Kawasan pariwisata yg ramah lalu lintas pada ring 1 atau kawasan pusat membuat model untuk sesedikit mungkin mendorong mobilitas, meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Akses yg aman selamat di titik transit, pemberhentian interchange bagi semua pengguna lalu lintas Pengendalian kecepatan dg Standar bagi pembuatan rambu kejut, jalur sepeda yg terkoneksi dg sistem angkutan umum.

Kecepatan dan response time thd hambatan memerlukan jarak reaksi shg perlu antisipasi pada persimpangan2 dan sistem monitoring dan sistem pengaturannya.Semakin banyak konektifitasnya akan menambah alternatif aksesbilitas antra jarak tempuh dg waktu tempuh. Dan perlu mempertimbangkan beban lalu lintas atau kapasitasnya Labirin atar transportasi yg tdk saling terkait akan membuat beban lalu lintas semakin berat.

Terutama masalah2 emerjensi Aksesbilitas untuk religi ruang publik sarana olah raga yg sesuai dg satandar keselamatan. Yangvtak kalah pentingnya di dalam membangun masyarakat sadar wisata yang ramah berlalu lintas adalah berubahnya cara berpikir ( mind set) termasuk attitudenya sesuai dg standar standar road safety. (crhyshnanda DL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *