oleh

HARIJADI KOTA BOGOR KE 532 DIMERIAHKAN PAWAI OBOR

bogorPOSKOTA.CO – Malam pergantian tahun untuk Kota Bogor rupanya tidak main-main dilewatkan begitu saja. namun, ada seremonial menarik untuk warga Bogor dalam penyambutan Tahun baru Bogor.

Menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke 532, itu, setidaknya 100 lengser akan mengiringi pawai obor mengelilingi lingkar luar Kebun Raya dan Istana Bogor menuju Balaikota Bogor, Sabtu (31/5/2014) malam nanti.

Iring-iringan 100 lengser dan pasukan pawai obor lengkap dengan mengenakan baju kampret akan dilakukan menjelang pagelaran wayang golek semalam suntuk yang akan menampilkan Dalang Dadan Asep Sunandar Sunarya yakni putra dari almarhum Asep Sunandar Sunarya.

Ketua Panitia Penyelenggara H. Shahlan Rasyidi menuturkan, sebelum pawai obor akan dilakukan pembagian 532 totopong (ikat kepala) ciri khas sunda kepada masyarakat umum di depan Balaikota Bogor. “ Pembagian totopong juga akan disebar di wilayah Kabupaten Bogor pada 2 Juni mendatang, “ jelasnya/

Rencananya pembangian totopong secara simbolis akan diserahkan oleh Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto kepada sopir angkot yang melintas jalan Ir. H Juanda. “InsyaAllah, persiapan sudah mencapai sekitar 85 persen, tinggal menunggu tanggal pelaksanaanya saja,” kata Shahlan usai rapat pemantapan persipan jelang pelaksanaan pentas, di Sekretariat PWI Perwakilan Kota Bogor, Jalan Kesehatan Kecamatan Tanah Sarel, Kota Bogor, Kamis (29/5/2014).

Sementara itu Seksi acara Arman Yusuf menjelaskan, pawai obor dimulai dari Balaikota, menuju Tugu Kujang mengelilingi Kebun Raya dan Istana Bogor dan finish di Balaikota Bogor. “Ada 100 lengser yang akan kita kerahkan untuk mengiringi pawai obor nanti. Pasukan Lengser akan berjalan kaki bersama peseta lainnya dengan membawa 200 obor menuju Tugu Kujang, “ ujarnya.

Di Tugu Kujang, lanjut, Arman sudah menanti “Ambet Kasih” (Istri Prabu Siliwangi-red) yang akan diperankan oleh salah seorang mahasiswi UIKJA Bogor. yang merupakan gambaran, bersiap-siap berangkat ke Purasaba Kerajaan Pakuan yang baru, yakni Balaikota Bogor.

Kejadian ini lanjut Arman merupakan refleksi 532 tahun lalu, saat Nyi Ambet Kasih “Ngaleut Ngabandaleut” (berbondong-bondong) dari Purasaba Galuh, Ciamia ke Pakuan Pajajaran di Bogor. “Ini hanya gambaran saja, paling tidak untuk menumbuhkan semangat dan kami berharap peristiwa ini menjadi ikon Hari Jadi Bogor, tiap tahunnya,” pungkasnya.

Selain itu, kata Arman, akan diramaikan berbagai atrasi seni sunda, seperti Calung, Reog, Pencak Silat, karinding, rampak kacapi, rampak jaipong dan berbagai kesenian sunda lainnya. Tak hanya itu, juga akan dipentaskan wayang golek dengan durasi 30 menit yang menampilkan dalang cilik Bima Arya, dan wayang bambu dengan dalang Drajat Iskandar.

Menjelang pagelaran wayang golek Ketua Panitia Penyelenggara H Shahlan Rasyidi akan menyerahkan obor kepada Walikota Bogor Bima Arya untuk disulutkan ke obor yang telah disiapkan di Plaza Balaikota. “ Penyulutan obor ini, sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang golek, “ kata Arman. (hais).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *